Kriminalitas

Perampok Toko Emas Kings Pelaku Lama

Kompas.com - 27/01/2010, 03:26 WIB

Bekasi, Kompas - Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kabupaten membuat lima sketsa wajah anggota perampok dari 10 penjahat yang terlibat perampokan Toko Emas King’s pada Senin (25/1). Polisi juga mengumpulkan sejumlah sidik jari perampok.

Sejumlah perampok Toko Emas King’s di Pasar Pamor, Wanasari, Kecamatan Cibitung, itu diperkirakan perampok yang pernah beraksi di tempat lain.

”Dari enam tersangka yang dilihat saksi, lima dibuat sketsa wajahnya. Dari pemeriksaan sidik jari di tempat kejadian perkara, ada sidik jari tersangka yang identik dengan sidik jari tersangka kasus perampokan toko emas di Depok dan di Bogor,” kata Kepala Polres Metro Bekasi Kabupaten Komisaris Besar Herri Wibowo, Selasa.

Perampok dengan senjata api beraksi di Toko Emas King’s pada Senin. Mereka membawa kabur 7 kilogram perhiasan emas senilai Rp 700 juta dan uang tunai sekitar Rp 20 juta. Toko Emas King’s adalah toko emas terbesar di kompleks pasar tradisional di tepi Jalan Bosih Raya, Cibitung.

Seusai menjarah perhiasan emas dan uang, mereka melepaskan sejumlah tembakan, termasuk dua tembakan ke arah tengah pasar. Ketika menuju Jalan Kalimalang, mereka melepaskan empat tembakan di Jalan Andini Sakti, Desa Gandasari, Cikarang Barat.

Herri mengatakan, Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Bekasi Kabupaten membentuk tiga tim untuk menyelidiki kasus perampokan toko emas tersebut. Tim khusus dipimpin Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Bekasi Kabupaten Ajun Komisaris Susatyo Purnomo Condro. Polres Metro Bekasi Kabupaten juga berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya dan kepolisian resor daerah lainnya.

Susatyo mengatakan, tim mengumpulkan semua informasi perihal jejak perampok dalam perampokan Toko Emas King’s. Dia membenarkan sejumlah perampok Toko Emas King’s diidentifikasi terlibat perampokan toko emas lainnya di Jakarta dan Jawa Barat beberapa waktu lalu. ”Ada kesamaan modus perampokannya,” ujar Susatyo.

Kasus perampokan toko emas berulang kali terjadi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Dari catatan Kompas, selama 2009 minimal ada enam kasus perampokan toko emas di pasar tradisional di Jabodetabek.

Namun, polisi hanya berhasil mengungkap satu kasus, yakni perampokan Toko Emas Family Dua di Jakarta Barat. Dari delapan perampok, empat ditembak mati dan dua ditangkap. Dua tersangka lainnya buron. (COK)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau