Yonex sunrise kejuaraan nasional bulu tangkis 2009

Firdasari Ditantang Aprilia Yuswandari

Kompas.com - 27/01/2010, 21:03 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com — Pebulu tangkis tuan rumah, Aprilia Yuswandari, harus berjuang keras selama tiga set untuk menembus babak perempat final tunggal dewasa putri Yonex Sunrise Kejuaraan Nasional Bulu Tangkis 2009 di Surabaya, Rabu (27/1/2010) malam.

Juara Kejurnas 2007 yang menempati unggulan ke-14 itu menang 21-15, 18-21, 21-19 atas unggulan tujuh asal Jawa Tengah, Rosaria Yusfin Pungkasari, dalam laga yang berlangsung hampir satu jam.

Langkah Aprilia untuk menembus semifinal sangat berat karena harus melewati adangan unggulan teratas yang juga rekan pelatnas-nya, Adriyanti Firdasari. Pemain DKI Jakarta ini melenggang ke perempat final setelah menang straight set 21-13, 21-12 atas unggulan ke-10 asal Jawa Barat, Stevanie.

"Saya akan tampil tanpa beban dan berusaha main sebaik mungkin. Kami sudah saling tahu kemampuan masing-masing," kata Aprilia mengomentari soal pertemuannya dengan Firdasari pada perempat final, Kamis (28/1/2010).

Langkah Aprilia menembus perempat final tidak mampu diikuti rekannya, Tike Arieda Ningrum. Pemain asal klub Jaya Raya Suryanaga Surabaya ini harus mengakui ketangguhan Hera Desi Ana (Jabar) dengan skor 21-16, 16-21, 17-21.

Pada perempat final, Hera Desi Ana akan bertemu pemain Jawa Tengah, Fransiska Ratnasari. Mantan pemain pelatnas ini melaju setelah menang rubber set 17-21, 21-17, 21-17 atas Bellaetrix Manuputty (DKI Jakarta).

Tiket delapan besar juga diraih unggulan kedua, Maria Febe Kusumastuti, dan Maria Kristin Yulianti (unggulan ketiga). Dua pemain ini mewakili Jateng.

Maria Febe mengalahkan Siti Anida Lestari (Jabar) 21-16, 21-18, sedangkan peraih medali perunggu olimpiade, Maria Kristin, menundukkan Desy Nidya Amelia (Jabar) 21-18, 21-5.

Unggulan tumbang

Pada nomor ganda campuran, unggulan keempat asal Kepulauan Riau, Irfan Fadhilah/Weni Anggraini, gagal melangkah ke perempat final. Mereka dikalahkan pasangan Rendra Wijaya/Delis Yuliana (Jateng) dengan skor 21-16, 21-14.

Irfan/Weni merupakan satu-satunya pasangan unggulan yang terhenti karena pasangan unggulan lainnya memastikan lolos, di antaranya unggulan teratas, Muhammad Rizal/Debby Susanto (Jateng), Muhammad Ulinnuha/Jenna Gozali (Jateng) yang menempati posisi kedua, dan Yusuf Achmad/Lidyawati Limanto (Kaltim) yang menempati posisi unggulan ketiga.

Tuan rumah Jatim meloloskan satu pasangan ke delapan besar melalui Riky Widianto/Variella April Sasi. Unggulan keenam ini menang dua set langsung 26-24, 21-10 atas Feiran Mesawardhani/Syarief Syahmie (DKI).

Selanjutnya, mereka akan menghadapi Yusuf Achmad/Lidyawati Limanto untuk perebutan tiket semifinal.

"Kalau mereka tampil konsisten seperti sekarang, saya optimistis bisa lolos semifinal," kata pelatih tim bulu tangkis Jatim Aji Santoso soal peluang Riky/Variella.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau