Rooney: Awalnya Lambat, Akhirnya Bikin Sekarat

Kompas.com - 28/01/2010, 06:55 WIB

MANCHESTER, KOMPAS.com - Striker Manchester United, Wayne Rooney, mengakui bahwa timnya bermain agak lambat saat melawan Manchester City di leg kedua semifinal Piala Carling. Namun, MU bangkit di babak kedua dan membuat City tak berkutik, sekarat.

Kedua tim bermain sangat alot di babak pertama. Sejumlah peluang MU di babak pertama mentah di tangan kiper City, Shay Given. Sebaliknya, Edwin van der Sar juga mampu menyelamatkan gawangnya dari ancaman Carlos Tevez maupun Craig Bellamy.

Permainan berubah drastis di babak kedua. Tuan rumah menguasai permainan. MU akhirnya mencetak dua gol lebih dulu, sebelum City mengejar lewat gol Tevez. Kedudukan 2-1 disudahi dengan gol telat Rooney di injury time. MU menang agregat 4-3 dan lolos ke final.

"Kami mulai dengan sedikit lambat tapi ketika kami menguasai mereka, mereka tidak tahu harus berbuat apa. Kami layak menang karena kami mendominasi permainan," komentar Rooney kepada Sky Sports.

"Mungkin aku sebaiknya bisa lebih baik tapi dengan bantuan teman-teman di tim, aku tahu aku akan mendapat kesempatan lain (untuk mencetak gol). Ketika peluang itu tiba, aku memanfaatkannya," tambah pemain Inggris tersebut.

Dengan gol tersebut, plus empat gol yang dicetaknya ke gawang Hull City di Premier League pekan lalu, Rooney kini telah mengoleksi 21 gol bersama "Setan Merah".

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau