Strategi Tidak Jelas

Kompas.com - 28/01/2010, 07:57 WIB

DAVOS, KOMPAS.com — Pertemuan internasional untuk membahas masalah Afganistan diragukan bisa membawa perubahan besar di Afganistan. Presiden Afganistan Hamid Karzai hanya memiliki ”setengah legitimasi”, tidak memiliki program, dan tak punya visi untuk menyatukan rakyat.

Hal tersebut disampaikan rival utama Karzai pada pemilu lalu, Abdullah Abdullah, Rabu (27/1/2010), dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.

Abdullah tidak yakin Afganistan di bawah kepemimpinan Karzai akan bebas korupsi. Dia juga mengkritik masyarakat internasional karena tidak memiliki pendekatan koheren terhadap Afganistan. Ditambahkan, masyarakat internasional harus memutuskan posisi yang jelas terhadap Afganistan.

Pertemuan internasional mengenai Afganistan diselenggarakan hari ini, Kamis di London, Inggris. Utusan khusus AS, Richard Holbrooke, di London, mengatakan, Pemerintah AS akan mendukung rencana untuk mereintegrasikan pasukan Taliban, sebagaimana akan diumumkan Karzai di London.

Negosiator veteran AS itu mengatakan, Karzai akan menggambarkan sebuah rencana ambisius untuk meyakinkan para pejuang Taliban di tingkat bawah dan menengah berhenti memerangi pasukan AS dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Holbrooke mengatakan, para pejabat AS yakin bahwa mayoritas pasukan Taliban tidak mendukung Al Qaeda atau menganut pandangan ekstrem. ”Sebagian besar orang-orang itu bukan pendukung ideologi Mullah Omar (pemimpin tertinggi Taliban) dan Al Qaeda,” katanya.

”Berdasarkan wawancara dengan para tahanan, pakar-pakar, dan mereka yang menjadi rakyat biasa, sedikitnya 70 persen dari orang-orang itu bertempur bukan karena faktor seperti yang dianut Al Qaeda,” tambahnya.

Sebuah panel Dewan Keamanan PBB, Selasa, mencabut lima pejabat tinggi Taliban dari sebuah daftar yang terkena sanksi karena berhubungan dengan Al Qaeda.

Langkah ini seiring dengan upaya Karzai merangkul pejuang Taliban untuk segera berunding. Lima pejabat itu adalah Abdul Wakil Mutawakil (mantan menlu rezim Taliban), Faiz Mohammad Faizan (mantan Wakil Menteri Perdagangan), Shams-US-Safa (mantan pejabat Departemen Luar Negeri), Mohammad Musa (Wakil Menteri Perencanaan), dan Abdul Hakim (mantan Wakil Menteri Urusan Perbatasan).

Debat nasional

Abdullah menyerukan diselenggarakan sebuah debat nasional lebih dulu sebelum melakukan pembicaraan dengan Taliban mengenai diakhirinya perang. ”Saya mendukung rekonsiliasi. Anda tidak bisa bertempur sampai akhir terhadap orang- orang yang menyebut dirinya Taliban,” tuturnya.

Eksistensi Afganistan bukan hanya tergantung pada keberadaan pemerintah, tetapi menyangkut eksistensi rakyat. Dia menambahkan, ada kesenjangan yang semakin lebar antara pemerintah dan warga negara Afganistan.

Banyak anggota parlemen Afganistan juga skeptis terhadap usulan untuk ”membeli” para pejuang Taliban tingkat bawah dan menengah dengan membuat sebuah pos dana internasional bernilai ratusan juta dollar AS.

Abdullah mengatakan, rencana itu didasari premis yang salah bahwa mereka otomatis bersedia bekerja dengan warga Afganistan lainnya untuk kebaikan negeri.

Abdullah menegaskan, ada kaitan antara Taliban dan ”terorisme internasional”. Dia akan menerima figur Mullah Omar, tokoh besar Taliban, terlibat dalam pemerintahan baru.

Abdullah juga mengkritik ”tuan Karzai” yang menyalahkan komunitas internasional atas semua permasalahan, tetapi dialah penerima keuntungan dari kehadiran pasukan internasional itu. ”Saya berharap pertemuan London membicarakan semua masalah ini,” kata Abdullah.(AP/AFP/Reuters/OKI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau