Hal tersebut disampaikan rival utama Karzai pada pemilu lalu, Abdullah Abdullah, Rabu (27/1/2010), dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss. Abdullah tidak yakin Afganistan di bawah kepemimpinan Karzai akan bebas korupsi. Dia juga mengkritik masyarakat internasional karena tidak memiliki pendekatan koheren terhadap Afganistan. Ditambahkan, masyarakat internasional harus memutuskan posisi yang jelas terhadap Afganistan. Pertemuan internasional mengenai Afganistan diselenggarakan hari ini, Kamis di London, Inggris. Utusan khusus AS, Richard Holbrooke, di London, mengatakan, Pemerintah AS akan mendukung rencana untuk mereintegrasikan pasukan Taliban, sebagaimana akan diumumkan Karzai di London. Negosiator veteran AS itu mengatakan, Karzai akan menggambarkan sebuah rencana ambisius untuk meyakinkan para pejuang Taliban di tingkat bawah dan menengah berhenti memerangi pasukan AS dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Holbrooke mengatakan, para pejabat AS yakin bahwa mayoritas pasukan Taliban tidak mendukung Al Qaeda atau menganut pandangan ekstrem. ”Sebagian besar orang-orang itu bukan pendukung ideologi Mullah Omar (pemimpin tertinggi Taliban) dan Al Qaeda,” katanya. ”Berdasarkan wawancara dengan para tahanan, pakar-pakar, dan mereka yang menjadi rakyat biasa, sedikitnya 70 persen dari orang-orang itu bertempur bukan karena faktor seperti yang dianut Al Qaeda,” tambahnya. Sebuah panel Dewan Keamanan PBB, Selasa, mencabut lima pejabat tinggi Taliban dari sebuah daftar yang terkena sanksi karena berhubungan dengan Al Qaeda. Langkah ini seiring dengan upaya Karzai merangkul pejuang Taliban untuk segera berunding. Lima pejabat itu adalah Abdul Wakil Mutawakil (mantan menlu rezim Taliban), Faiz Mohammad Faizan (mantan Wakil Menteri Perdagangan), Shams-US-Safa (mantan pejabat Departemen Luar Negeri), Mohammad Musa (Wakil Menteri Perencanaan), dan Abdul Hakim (mantan Wakil Menteri Urusan Perbatasan). Debat nasional Abdullah menyerukan diselenggarakan sebuah debat nasional lebih dulu sebelum melakukan pembicaraan dengan Taliban mengenai diakhirinya perang. ”Saya mendukung rekonsiliasi. Anda tidak bisa bertempur sampai akhir terhadap orang- orang yang menyebut dirinya Taliban,” tuturnya. Eksistensi Afganistan bukan hanya tergantung pada keberadaan pemerintah, tetapi menyangkut eksistensi rakyat. Dia menambahkan, ada kesenjangan yang semakin lebar antara pemerintah dan warga negara Afganistan. Banyak anggota parlemen Afganistan juga skeptis terhadap usulan untuk ”membeli” para pejuang Taliban tingkat bawah dan menengah dengan membuat sebuah pos dana internasional bernilai ratusan juta dollar AS. Abdullah mengatakan, rencana itu didasari premis yang salah bahwa mereka otomatis bersedia bekerja dengan warga Afganistan lainnya untuk kebaikan negeri. Abdullah menegaskan, ada kaitan antara Taliban dan ”terorisme internasional”. Dia akan menerima figur Mullah Omar, tokoh besar Taliban, terlibat dalam pemerintahan baru. Abdullah juga mengkritik ”tuan Karzai” yang menyalahkan komunitas internasional atas semua permasalahan, tetapi dialah penerima keuntungan dari kehadiran pasukan internasional itu. ”Saya berharap pertemuan London membicarakan semua masalah ini,” kata Abdullah.(AP/AFP/Reuters/OKI)