JAKARTA, KOMPAS.com — Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta pada Kamis (28/1/2010) pagi melemah menembus angka Rp 9.400 per dollar AS karena pelaku berlanjut melepas rupiah. Ini dilakukan karena mereka khawatir mahasiswa akan melakukan aksi demo secara besar-besaran.
Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS mencapai Rp 9.410-Rp 9.420 per dollar AS dibanding hari sebelumnya, Rp 9.400-Rp 9.410 atau turun 10 poin.
Pengamat pasar uang, Edwin Sinaga, di Jakarta, Kamis, mengatakan, aksi demo mahasiswa dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang akan dilakukan di depan Istana Merdeka, Istana Wapres, KPK, serta DPR secara besar-besaran itu tidak akan berpengaruh terhadap pasar uang.
"Aksi demo mahasiswa dan LSM diperkirakan akan berjalan dengan tenang dan tertib sehingga tidak ada anarki yang masuk barisan tersebut dengan melakukan provokasi yang negatif," katanya.
Koreksi harga terhadap rupiah saat ini, menurut Edwin Sinaga yang juga Dirut PT Finan Corpindo Nusa, karena pengaruh suplai dan permintaan. Kalau permintaan akan dollar AS lebih tinggi daripada suplai, rupiah akan tertekan dan begitu pula sebaliknya.
"Kami masih optimis rupiah akan kembali membaik apabila kondisi pasar dan situasi politik membaik," ucap Edwin.
Dia mengatakan, aktivitas pasar masih sepi karena sebagian pelaku tidak masuk ke pasar. Mereka cenderung menahan diri karena khawatir dengan aksi demo mahasiswa dan LSM.
"Kami memperkirakan, kegiatan pasar akan kembali pulih pada perdagangan sore nanti karena pelaku mulai berani masuk pasar dan melakukan transaksi jual beli," kata Edwin.
Menurut dia, aksi demo mahasiswa itu sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan karena faktor psikologis tidak ada. Hanya saja, dikhawatirkan pasar akan panik apabila gejolak demo itu semakin brutal.
Karena itu, para pelaku diharapkan masuk pasar melakukan kegiatan seperti biasa dan tidak khawatir dengan aksi demo karena itu merupakan hal yang wajar, ucapnya.