Amankan Aksi, 1.700 Polisi Siaga di DPR

Kompas.com - 28/01/2010, 10:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tak hanya Istana yang bersiaga, Gedung MPR/DPR juga dijaga ketat untuk mengantisipasi aksi 100 hari SBY-Boediono, Kamis (28/1/2010).

Kepala Pengamanan Objek DPR/MPR AKBP Kudiarto mengatakan, 1.700 personel gabungan Polda Metro Jaya, Polres Jakarta Pusat, Samapta, dan Brimob disiagakan. "Ada 1.700 orang yang disiagakan untuk mengamankan aksi," kata Kudiarto.

Selain mengerahkan ribuan personel, empat water canon dan lima barakuda alias kendaraan taktis sudah disiagakan dan tampak berjejer di halaman depan Gedung DPR.

Menurut Kudiarto, massa Serikat Pekerja Nasional sudah memberitahukan akan melakukan aksi dengan massa yang mencapai 25.000 orang. "Kami berharap aksi berlangsung damai, tertib dalam menyampaikan aspirasinya, tidak mengganggu aktivitas masyarakat agar sama-sama dapat menjalani kegiatan dengan aman damai," kata Kudiarto.

Pagar kawat berduri juga telah dipasang, yang akan membatasi peserta aksi memasuki gedung Dewan. Tak hanya di luar Gedung MPR/DPR, pantauan Kompas.com, sejumlah aparat dari Pasukan Pelopor Brimob juga terlihat lalu lalang di dalam gedung. Pemeriksaan ketat juga dilakukan terhadap siapa saja yang akan memasuki gedung Dewan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau