Antasari Yakin Hakim Bakal Obyektif

Kompas.com - 28/01/2010, 12:39 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Terdakwa Antasari Azhar mengaku yakin majelis hakim akan mempertimbangkan secara masak dan bertindak obyektif seusai mendengarkan pembelaan pribadi (pleidoi) yang disampaikannya dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (28/1/2010).

"Saya sangat meyakini hakim akan obyektif. Sejak awal persidangan sampai hari ini hakim sudah bersikap obyektif. Semoga Tuhan menuntut ini semua ke arah yang baik," kata Antasari sambil mengisap rokoknya, ketika ditemui wartawan.

Ia mengatakan, semua yang disampaikannya dalam pleidoi didasarkan oleh fakta yang tidak dikarang-karang. Antasari mengaku menyerahkan semua keputusan ke tangan hakim. "Saya bukan bikin cerpen itu semua berdasarkan fakta. Kami serahkan semua kepada hakim," ucapnya.

Saat ditanya pendapatnya mengenai tuntutan hukuman mati oleh jaksa penuntut umum, ia mengatakan tidak berwenang menanggapi hal itu. Namun, ia menjelaskan, jika memang ada kesalahan yang diperbuatnya, Tuhan pasti sudah melihatnya.

Demikian halnya dengan putusan hakim, kata Antasari, akan dipertanggungjawabkan kepada yang kuasa. "Sekecil apa pun yang kita lakukan dalam hidup ini, Tuhan melihat. Ini kan proses ya, apa pun yang dilakukan hakim, dia bertangggung jawab pada Tuhan," tegasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau