Jaksa: BAP Wiliardi Waktu Itu Tidak Konsisten

Kompas.com - 28/01/2010, 13:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Jaksa penuntut umum (JPU) Bambang Suharyadi membantah bahwa kejaksaan dan dirinya secara pribadi berupaya mendesak terdakwa Kombes Wiliardi Wizard untuk tidak mengubah Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tertanggal 30 April 2009.

Menurut Bambang, BAP pernah dipermasalahkan jaksa. Namun, tidak langsung kepada Wiliardi, tetapi kepada penyidik. "Pada saat penelitian berkas, itu BAP yang tanggal 30, itu tidak konsisten. Di BAP-nya tidak konsisten. Selaku peneliti berkas kita minta, bisa atau enggak penyidik itu memeriksa secara konsisten. Kenapa kok tidak konsisten," tuturnya di sela sidang pembacaan pleidoi Wiliardi di PN Jakarta Selatan, Kamis (28/1/2010).

Menurut Bambang, pengajuan pertanyaan kepada penyidik itu adalah hal yang wajar dilakukan oleh jaksa. Lagi pula, lanjutnya, tak mungkin jaksa dikatakan melakukan upaya yang bersifat paksaan untuk tidak mengubah BAP. Padahal, mereka baru saja bertemu pada tahap kedua, pada saat penyerahan barang bukti dan tersangka di PN Jakarta Selatan. "Jadi secara fisik belum pernah ketemu (sebelumnya)," tegasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau