Istri Williardi: Kalau Perlu Banding, Kita Jalani..

Kompas.com - 28/01/2010, 14:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Optimistisme selalu didengungkan Novarina setiap mengikuti sidang suaminya, Kombes Pol. Williardi Wizar yang menjadi terdakwa kasus pembunuhan Direktur PT Rajawali Banjaran Nasruddin Zulkarnaen.

Pun ketika mengikuti sidang pembacaan pledoi di PN Jakarta Selatan, Kamis (28/1/2010). Menurutnya, optimistisme itu tetap akan hidup meski ternyata nanti harus berhadapan dengan vonis dari majelis hakim. Novarina berencana akan banding jika Novarina divonis bersalah.

"Saya sebagai istri tentunya akan berbuat semaksimal mungkin. Perjuangan hidup mati suami saya ada di tangan saya, tapi kembali lagi yang memutuskan adalah Tuhan YME," tuturnya di sela persidangan lanjutan.

Optimistisme itu terus ditabungnya meski Novarina mengaku ketakutan itu melandanya pula. Sebagai manusia, Novarina menilai perasaan ketakutan yang muncul di dirinya wajar. Namun, ungkapnya, ketakutan demi ketakutan dipasrahkannya kepada Tuhan saja.

Baginya saat ini, penyerahan utuh kepada Tuhan menjadi kunci ketegarannya mendampingi sang suami menghadapi cobaan hidup. Sebagai insan, Novarina mengaku paham dia dan suaminya tak luput dari kesalahan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau