Ssstt... Ada Rezeki 100 Hari SBY-Boediono

Kompas.com - 28/01/2010, 16:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Aksi unjuk rasa memberi berkah bagi pemulung yang biasa mangkal di kawasan Monumen Nasional. Atas aksi sekitar 5.000 pendemo di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (28/1/2010), ribuan rupiah dipastikan sudah berada di kantong.

Herman, salah satu pemulung, menyebutkan, sejak beroperasi sekitar pukul 11.00 WIB, satu karung berisi botol plastik minuman ringan sudah didapat. Dengan berat 20 kg, di mana per kilogram dihargai Rp 2.000, Herman dipastikan sudah mendapat Rp 40.000 dalam beberapa jam.

"Namanya juga usaha untuk cari makan," kata Herman dengan senyum mengembang.

Dia menyebut, tak akan berhenti mengais botol-botol plastik minuman ringan ketika aksi menjatuhkan SBY-Boediono masih berlangsung. "Jarang nih Mas seperti ini," ucapnya.

Rezeki nomplok juga dirasakan penjual minuman. Mirna dalam satu jam sudah berhasil menjajakan minuman ringan sebanyak satu krat. "Satu krat kita dapat Rp 20.000," katanya.

Selain dipenuhi pendemo, di sepanjang jalur Istana Merdeka juga disesaki penjual minuman, buah, dan makanan ringan. Bahkan untuk menyiasati agar tak membawa gerobak, minuman ringan dijajakan dengan berkeliling hanya berbekal beberapa buah botol.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau