Kerugian Korban Perampokan di Sentul Rp 1 Miliar

Kompas.com - 28/01/2010, 22:05 WIB

BOGOR, KOMPAS.com — Total kerugian Iwan Kurniawan akibat perampokan yang menimpanya mencapai lebih Rp 1 miliar. "Bisa sampai Rp 1 miliar lebih karena perhiasan emas yang dirampas juga banyak," kata polisi yang menangani pemeriksaan perkara perampokan tersebut, Kamis (28/1/2010).

Sebanyak 10 perampok menyatroni rumah Iwan di Perumahan Griya Alam Sentul di Babakanmadang, Bogor, Kamis, sekitar pukul 03.08. Mereka yang datang dengan dua mobil Toyota Avanza melakukan kejahatannya di rumah korban sekitar 20 menit.

Para penjahat yang lebih dulu melumpuhkan dua sekuriti perumahan masuk ke rumah korban dengan mencongkel kunci pintu depan rumah hingga rusak. Mereka kemudian membobol kunci pintu kamar Iwan.

Perusakan kunci kamar tidur Iwan menggunakan linggis. Hantaman linggis ke anak kunci pintu bukan saja membobol kunci pintu, melainkan juga merontokkan cat-cat tembok dan plafon rumah.

"Tetapi kami benar-benar tidak mendengar keributan apa-apa. Tiba-tiba saja perampok sudah ada di dalam kamar dan menodongkan pistolnya ke kepala saya," kata Iwan kepada polisi.

Para penghuni rumah mengaku malam hingga dini hari itu mereka tidur amat lelap. Empat anjing peliharaan mereka yang biasanya menggonggong juga tidak terdengar suarannya.

Perampok sambil menodongkan pistolnya membentak-bentak Iwan dan istrinya, minta ditunjukan brankas. "Di mana brankas! Di mana brankas!" tutur Iwan meniru ucapan perampok.

Iwan yang tidak punya brankas mengatakan tidak punya brankas. Perampok pun memukul kepala Iwan dengan gagang pistol. Perampok lalu mengikat dan membekap Iwan dan istrinya. Dua anak korban yang masih kecil tidak diganggu karena tetap tidur.

Perampok lain membekap dan mengikat dua perempuan pembantu rumah tangga korban di kamar tidur keduanya. Pembantu laki-laki di lantai atas luput dari perhatian perampok karena dia terhalang kain-kain jemuran. Namun, pembantu itu tidak dapat berbuat apa-apa karena sadar perampoknya banyak.

Komplotan perampok itu akhirnya menemukan tas istri korban yang antara lain berisi uang tunai Rp 32 juta. Sejumlah perhiasan emas yang disimpan di lemari juga disikat perampok.

"Uang tunai itu adalah uang tabungan kami yang baru diambil karena akan kami pakai untuk modal usaha. Rencananya istri saya mau bikin usaha di dekat-dekat sini, di Babakanmadang juga," kata Iwan, asal Pontianak, yang kini menjadi general manager sebuah perusahaan di Jakarta.

Para perampok yang semuanya memakai topi pet juga merampas sebuah laptop, 11 telepon seluler, dan dua mobil, yakni Nissan X-Trail dan Honda Accord.

Para perampok kabur sekitar pukul 03.28. Pembantu laki-laki korban turun dan membebaskan ikatan majikannya. Iwan lalu menelepon polisi dengan menggunakan telepon rumah.

Tidak sampai 30 menit, para polisi dari Polsek Babakanmadang sudah sampai di rumah korban. Sepanjang jalan menuju rumah korban, mereka tidak berpapasan dengan orang yang mengendarai Toyota Avanza, Nissan X-Trail, ataupun Honda Accord. Kemungkinan pelaku melarikan diri ke arah Sirkuit Sentul atau Citereup, bukan ke arah Sentul City karena untuk ke situ harus melewati kantor Polsek Babakanmadang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau