SINGAPURA, KOMPAS.com - Singapura saat ini sedang merencanakan mengubah Punggol menjadi eco-town pertama di negeri itu sebagai bagian dari cetak biru pembangunan berkelanjutan.
Rencana ini bertujuan agar dalam lima tahun ke depan, konsumsi energi di kawasan publik akan turun sampai 30 persen, sedangkan penggunaan energi di rumah tangga ditargetkan turun sampai 10 persen.
Housing and Development Board (HDB) Singapura menyebutkan, sebagai kota baru, Punggol dinilai sempurna untuk teknologi hijau. Ini termasuk fasilitas di dalam garasi dengan mobil elektrik dan panel solar untuk menghasilkan listrik.
Menurut CEO HDB, Tay Kim Poh, "Kami akan menyediakan lebih banyak tanaman hijau di dalam kota, taman di atap-atap rumah dan gedung. Bangunan akan dirancang sehingga memiliki ventilasi silang yang baik, dan para penghuni tidak perlu menggunakan mesin pendingin udara."
Sebuah skim percontohan di perumahan Serangoon dan Sembawang mengunnakan tenaga surya menunjukkan adanya penurunan konsumsi energi sampai 40 persen. Proyek percontohan ini akan diperluas ke perumahan-perumahan di Tampines, Marine Parade, Tanjong Pagar, dan Bukit Panjang. Ini bertujuan untuk memasang panel tenaga surya di 30 kawasan perumahan dalam lima tahun ke depan. (Channel News Asia/KSP)