Perjudian Ferdinand Menambah Hukuman

Kompas.com - 28/01/2010, 22:52 WIB

MANCHESTER, KOMPAS.com - Usaha bek Manchester United (MU), Rio Ferdinand, menghindari skorsing dua laga dengan membantah melakukan kekerasan terhadap penyerang Hull City, Craig Fagan, malah membuahkan bonus hukuman. Federasi Sepak Bola Inggris (FA) menilai sanggahan itu mencerminkan Ferdinand berpikir dangkal dan menjatuhkan skorsing empat laga.

Pelanggaran terjadi saat MU menghadapi Hull di pentas Premier League, akhir pekan lalu. Saat itu, Ferdinand menyikut Fagan hingga terjatuh. Hal itu luput dari perhatian wasit Steve Bennet, sehingga Ferdinand tak mendapat sanksi apa-apa.

Namun, dalam rekaman pertandingan, FA melihat insiden itu dengan jelas dan menyatakannya sebagai pelanggaran. Sebelum menjatuhkan gugatan, FA meminta pendapat Bennet. Menurut Bennet, seandainya mengetahui kejadian itu, ia akan langsung mengganjar Ferdinand dengan kartu merah.

FA kemudian menggugat Ferdinand untuk tindak kekerasan tersebut. FA memberikan kesempatan Ferdinand untuk menerima atau membantah gugatan itu. Bila menerima, Ferdinand hanya akan diskors dua kali. Namun, bila membantah dan tetap terbukti  bersalah, ia akan dilarang tampil dalam empat laga. Ferdinand memilih opsi kedua.

"Ferdinand membantah gugatan melakukan tindak kekerasan terkait insiden dalam pertandingan kandang Manhester United melawan Hull City pada Sabtu, 23 Januari 2010," kata FA.

"Lebih jauh, Komisi Independent merasa bahwa bantahan pemain itu merupakan tindakan sembrono dan atas dasar itu, mendapat ganjaran tambahan satu kali larangan tampil, di luar sanksi skorsing tiga kali di luar skorsing tiga laga untuk tindak kekerasannya," tambah FA. (SCN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau