JAKARTA, KOMPAS.com — Suzuki Carry Futura pikap merupakan produk andalan PT Suzuki Indomobil Sales di segmen kendaraan niaga. Hanya di awal tahun ini, kendaraan pikap menjadi barang langka di pasar menyusul lebih tingginya permintaan dibanding produksi sehingga memicu terjadinya kekurangan pasokan.
Seiji Itayama selaku Managing Director 4W Director Sales 4W PT Suzuki Sales Indomobil menjelaskan, saat ini posisi produksi pikap di pabrik Suzuki di Tambun, Jawa Barat, adalah 2.100 unit per bulan. Lonjakan pemesanan terus terjadi seiring perbaikan perekonomian nasional.
"Sebenarnya total demand di pikap ini mencapai 3.000 unit per bulan. Untuk itu, kami coba menggenjot produksi mencapai 2.800 unit per bulan dan akan tercapai pada Maret karena memang harus bertahap," ujar Itayama di Jakarta, Kamis (28/1/2010).
Johannes Saragih selaku Deputy GM Marketing 4W (Brand I) PT SIS menambahkan, lonjakan permintaan kendaraan niaga, khususnya pikap, terjadi di tingkat perusahaan. Masih tersedianya sisa anggaran membuat sejumlah perusahaan melakukan aksi pembelian. "Saya rasa memang ada relevansi ke arah itu. Biasanya, sampai Maret, akan ada sisa anggaran yang harus dihabiskan. Kalau tidak, perusahaan biasanya baru Maret melakukan belanja besar," papar John.
Sementara itu, kondisi kekurangan pasokan berdampak negatif terhadap salah satu industri pendukung, dalam hal ini perusahaan karoseri. Mereka kesulitan mencari order. Pebisnis karoseri mengaku bahwa order pada Januari turun dibanding Desember karena sedikitnya kendaraan yang diproduksi.
Menurut David Herman Jaya selaku Ketua Asosiasi Karoseri Indonesia (Askarindo), stok kendaraan pikap keluaran Suzuki dan Isuzu kian menipis. Ia menduga, kalangan pabrikan sengaja menurunkan volume produksi karena telah menggenjot penjualan habis-habisan pada Desember tahun lalu.
"Barang kosong sehingga produksi kami belum bisa terlalu banyak. Tapi mungkin pada Februari pasokan mobil dapat berlangsung normal," harap David yang juga menjabat sebagai chairman perusahaan karoseri PT Mekar Armada Jaya (New Armada).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang