Suzuki Kekurangan Pasokan Pikap

Kompas.com - 29/01/2010, 09:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Suzuki Carry Futura pikap merupakan produk andalan PT Suzuki Indomobil Sales di segmen kendaraan niaga. Hanya di awal tahun ini, kendaraan pikap menjadi barang langka di pasar menyusul lebih tingginya permintaan dibanding produksi sehingga memicu terjadinya kekurangan pasokan.

Seiji Itayama selaku Managing Director 4W Director Sales 4W PT Suzuki Sales Indomobil menjelaskan, saat ini posisi produksi pikap di pabrik Suzuki di Tambun, Jawa Barat, adalah 2.100 unit per bulan. Lonjakan pemesanan terus terjadi seiring perbaikan perekonomian nasional.

"Sebenarnya total demand di pikap ini mencapai 3.000 unit per bulan. Untuk itu, kami coba menggenjot produksi mencapai 2.800 unit per bulan dan akan tercapai pada Maret karena memang harus bertahap," ujar Itayama di Jakarta, Kamis (28/1/2010).

Johannes Saragih selaku Deputy GM Marketing 4W (Brand I) PT SIS menambahkan, lonjakan permintaan kendaraan niaga, khususnya pikap, terjadi di tingkat perusahaan. Masih tersedianya sisa anggaran membuat sejumlah perusahaan melakukan aksi pembelian. "Saya rasa memang ada relevansi ke arah itu. Biasanya, sampai Maret, akan ada sisa anggaran yang harus dihabiskan. Kalau tidak, perusahaan biasanya baru Maret melakukan belanja besar," papar John.

Sementara itu, kondisi kekurangan pasokan berdampak negatif terhadap salah satu industri pendukung, dalam hal ini perusahaan karoseri. Mereka kesulitan mencari order. Pebisnis karoseri mengaku bahwa order pada Januari turun dibanding Desember karena sedikitnya kendaraan yang diproduksi.

Menurut David Herman Jaya selaku Ketua Asosiasi Karoseri Indonesia (Askarindo), stok kendaraan pikap keluaran Suzuki dan Isuzu kian menipis. Ia menduga, kalangan pabrikan sengaja menurunkan volume produksi karena telah menggenjot penjualan habis-habisan pada Desember tahun lalu.

"Barang kosong sehingga produksi kami belum bisa terlalu banyak. Tapi mungkin pada Februari pasokan mobil dapat berlangsung normal," harap David yang juga menjabat sebagai chairman perusahaan karoseri PT Mekar Armada Jaya (New Armada).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau