Prof Akhmaloka Dilantik sebagai Rektor ITB

Kompas.com - 29/01/2010, 09:55 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com — Prof Dr Akhmaloka dilantik menjadi Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Jumat (29/1/2010), oleh Ketua Majelis Wali Amanat ITB Yani Panigoro.

Akhmaloka terpilih menjadi rektor dalam Rapat Pleno Majelis Wali Amanat ITB, 23 November 2009, menggantikan Prof Dr Joko Santoso, setelah melewati berbagai proses pemilihan yang panjang sejak awal 2009.

Dalam sambutannya, Yani Panigoro mengharapkan Akhmaloka berani melakukan terobosan dan perubahan besar dan meraih penghargaan tertinggi di dunia akademik.

Menurut dia, ITB juga harus terus bisa berkiprah bagi negeri ini, yaitu dengan memberikan sumbangan nyata di dunia industri dan masyarakat.

Rektor baru itu juga diharapkan menggali potensi terbaik sivitas akademika ITB dan membangun mimpi besar meraih prestasi di tingkat dunia.

Akhmaloka, dalam siaran pers yang dibagikan dalam acara itu, menyatakan, dirinya berkomitmen membawa ITB menjadi perguruan tinggi kelas dunia. Untuk itu, katanya, jajaran pengelola ITB akan menjadikan perguruan tinggi itu sebagai perguruan tinggi riset dan inovasi berbasis teknologi asli Indonesia atau yang sesuai dengan karakter persoalan yang dihadapi Indonesia.

"Ini yang saya maksud ITB sebagai universitas kelas dunia yang berkebangsaan," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau