JAKARTA, KOMPAS.com — Pengamat politik Yudi Latief mengaku memiliki informasi yang minim mengenai kinerja departemen-departemen guna mengevaluasi kinerja pemerintahan SBY-Boediono dalam 100 hari. Sebabnya, setiap departemen tak membuka program-programnya kepada publik.
Menurut Yudi, sepanjang pengetahuannya, memang seharusnya setiap departemen memiliki juru bicara. Sayang kinerjanya tak kelihatan. "Departemen-departemen itu tidak ada jubirnya. Jadi, kita enggak tahu apa yang sudah dikerjakan. Terus, ya, jadinya lompat dengan belanja iklan yang besar," tuturnya dalam diskusi mingguan DPD, Jumat (29/1/2010).
Yudi melihat bahwa program-program departemen tak banyak yang tahu, padahal setiap lingkaran dalam pemerintahan, seperti kepala badan atau pejabat eselon I dan II departemen, memiliki juru bicara yang lebih dari satu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang