JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah Indonesia menyatakan siap memberikan kontribusi dalam penyelesaian masalah Afganistan. Hal ini diungkapkan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Teuku Faizasyah saat memberi keterangan di hadapan pers, Jumat (29/1/2010), bertempat di Kantor Kementerian Luar Negeri Jakarta.
Menurut Teuku Faizasyah, Indonesia mempunyai kapasitas untuk memberikan kontribusi bagi permasalahan internasional seperti Afganistan. "Kita bisa berkomunikasi dengan Afgan. Kita juga mempunyai berbagai aset untuk membantu Afganistan," paparnya.
Salah satu bukti Indonesia mampu berkontribusi membantu Afganistan, kata Teuku Faizasyah, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) pernah membantu membebaskan warga Korea Selatan yang diculik di Afganistan.
Dalam konferensi internasional mengenai Afganistan di London, Inggris, Kamis (28/1/2010), 70 negara yang hadir dalam konferensi tersebut juga meyakini Indonesia mampu menjadi salah satu negara yang dapat berperan besar dalam penyelesaian masalah Afganistan.
"Kita memiliki aset, yakni dapat berhubungan baik dengan semua komponen internasional. Aset itu juga yang mereka harapkan dapat kita berikan dalam penyelesaian persoalan Afganistan," ujar Teuku Faizasyah.
Namun, sebut Teuku Faizasyah, tentu dalam memberikan peranan, Indonesia harus mengukur apa yang bisa diberikan sesuai kapasitas. Yang pasti, penyelesaian Afganistan harus dilakukan secara komprehensif, tidak hanya terkait masalah keamanan.
"Tidak hanya masalah keamanan, tapi juga rekonsiliasi, masalah ke depannya, membangun satu pemerintahan di Afganistan yang terpelihara, sustainable, ekonominya, dan lain-lainnya," tandasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang