Tiga Calon Lawan Chris John

Kompas.com - 29/01/2010, 16:06 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com — Tiga petinju bakal masuk nominasi untuk menjadi lawan bagi pemegang gelar Super Champions WBA, Chris John, pada pertarungan perebutan gelar yang dijadwalkan berlangsung di Bali awal April 2010.
   
"Kalau satu tidak bisa, maka diganti dengan petinju yang lain. Demikian seterusnya. Saya belum tahu nama ketiga petinju tersebut karena masih dilakukan negosiasi oleh penata tanding Chris John," kata promotor Chris John, Zaenal Thayeb, ketika dihubungi dari Semarang, Jumat. Yang jelas, pemilik Sasana Mirah Boxing Camp tersebut mengatakan bahwa mereka adalah petinju yang masuk peringkat 10 besar WBA.
   
Berdasarkan ranking petinju kelas bulu yang dikeluarkan WBA pada Oktober-November 2010, 10 besar petinju tersebut adalah Daniel Ponco De Leon (Meksiko) pada urutan pertama, kemudian Daud Cino Jordan (Indonesia), Rafael Marquez (Meksiko).
   
Selanjutnya ada Mario Santiag dan Israel Vasquez (Meksiko), Rocky Juarez (Amerika Serikat), Jonathan Victor Barros (Argentina), Jose Cheo Rojas (Venezuela), serta Justin Savi dan Cornelius Lock (Amerika Serikat) pada peringkat ke-10.

Juara dunia kelas bulu dipegang oleh Yuriorkis Gamboa (Kuba), sedangkan lima petinju di bawahnya adalah Francisco Cordero (Kolombia), Daulis Prescott (Kolombia), Rogers Mtagwa (Tanzania), Retsuri Lee (Jepang), dan Carlos Oliveira (Brasil) pada urutan ke-15.
   
Dari petinju yang masuk 10 besar WBA tersebut, kemungkinan Jose Cheo Rojas (peringkat kedelapan) dan Rocky Juarez (peringkat keenam) sangat kecil karena Chris John sudah bertemu mereka masing-masing dua kali.
   
Sebelumnya, baik Zaenal Thayeb maupun Chris John mengatakan bahwa lawan berikutnya adalah petinju dari Amerika Serikat. Berdasarkan peringkat WBA, petinju dari negeri Paman Sam yang berada pada peringkat 10 besar adalah Rocky Juarez (6) dan Cornelius Lock (10).
   
Namun, baik Zaenal Thayeb maupun Chris John belum menyebut nama calon lawannya untuk pertarungan mendatang.
   
Adapun ketika Asisten Manajer Herry’s Gym, Toni Priatna, disodorkan nama Yuriorkis Gamboa (pemegang sabuk dunia kelas bulu WBA asal Kuba) dan Juan Manuel Lopez, dia mengatakan, "Mungkin di antara mereka." Namun, dia mengaku belum tahu persis calon lawan bagi Chris John. "Mungkin satu di antara mereka," katanya lagi.

Pada Sabtu (30/1/2010) pukul 22.00 Wita, Chris John dijadwalkan berangkat ke Australia dari Bali untuk mempersiapkan diri dan berlatih di Sasana Herry’s Gym Perth, Australia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau