DOHA, KOMPAS.com — Pemimpin Al Qaeda, Osama bin Laden, menyalahkan negara-negara industri atas pemanasan global dan menyerukan boikot terhadap dollar AS untuk mengakhiri perbudakan.
"Semua negara industri, terutama negara industri besar, bertanggung jawab terhadap krisis pemanasan global," kata Bin Laden dalam sebuah pesan terbaru atas namanya yang disiarkan televisi Al-Jazeera yang berbasis di Doha, Dubai, Jumat (29/1/2010).
Dalam sebuah pesan yang tidak biasa yang waktunya bertepatan dengan pertemuan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Bin Laden memperingatkan dampak dari pemanasan global dengan mengatakan, "Mendiskusikan pemanasan global bukan sebuah kemewahan intelektual, tetapi sebuah realitas. Ini sebuah pesan bagi seluruh dunia tentang mereka yang menyebabkan perubahan iklim, entah dengan sengaja atau tidak, dan apa yang harus kita lakukan berkaitan dengan hal itu," katanya.
Pemimpin jaringan teroris Al Qaeda itu lalu mengecam pemerintahan AS di bawah mantan Presiden George W Bush karena tidak menandatangani protokol Kyoto yang bermaksud mencegah perubahan iklim. "Bush dan Kongres AS sebelum dia menolak perjanjian ini, hanya demi memuaskan perusahaan-perusahaan besar," katanya.
Bin Laden kemudian menyerukan pemboikotan terhadap dollar AS. "Kita harus berhenti menggunakan dollar dan membuangnya. Saya tahu bahwa akan ada reperkusi yang besar terhadap hal itu, tetapi hanya ini cara untuk membebaskan manusia dari perbudakan Amerika dan perusahaan-perusahaanya."
Siaran itu berselang kurang dari seminggu setelah Bin Laden memuji Umar Farouk Abdulmutallab sebagai pahlawan. Farouk adalah warga Nigeria yang mencoba meledakkan sebuah pesawat komersial AS pada hari Natal lalu.
Keaslian pernyataan Bin Laden itu belum dapat diverifikasi segera, tetapi IntelCenter, sebuah kelompok di AS yang memantau website jaringan teroris, mengatakan, tampaknya itu suara asli Bin Laden.
Presiden AS Barack Obama sebelumnya mengatakan bahwa pernyataan Bin Laden yang mengklaim serangan yang gagal pada 25 Desember menunjukkan Al Qaeda telah melemah. Bin Laden sedang mencari pujian dengan mengambil keuntungan dari peristiwa di seluruh dunia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang