Bin Laden Salahkan Negara Industri atas Pemanasan Global

Kompas.com - 29/01/2010, 17:54 WIB

DOHA, KOMPAS.com — Pemimpin Al Qaeda, Osama bin Laden, menyalahkan negara-negara industri atas pemanasan global dan menyerukan boikot terhadap dollar AS untuk mengakhiri perbudakan.

"Semua negara industri, terutama negara industri besar, bertanggung jawab terhadap krisis pemanasan global," kata Bin Laden dalam sebuah pesan terbaru atas namanya yang disiarkan televisi Al-Jazeera yang berbasis di Doha, Dubai, Jumat (29/1/2010).

Dalam sebuah pesan yang tidak biasa yang waktunya bertepatan dengan pertemuan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Bin Laden memperingatkan dampak dari pemanasan global dengan mengatakan, "Mendiskusikan pemanasan global bukan sebuah kemewahan intelektual, tetapi sebuah realitas. Ini sebuah pesan bagi seluruh dunia tentang mereka yang menyebabkan perubahan iklim, entah dengan sengaja atau tidak, dan apa yang harus kita lakukan berkaitan dengan hal itu," katanya.

Pemimpin jaringan teroris Al Qaeda itu lalu mengecam pemerintahan AS di bawah mantan Presiden George W Bush karena tidak menandatangani protokol Kyoto yang bermaksud mencegah perubahan iklim. "Bush dan Kongres AS sebelum dia menolak perjanjian ini, hanya demi memuaskan perusahaan-perusahaan besar," katanya.

Bin Laden kemudian menyerukan pemboikotan terhadap dollar AS. "Kita harus berhenti menggunakan dollar dan membuangnya. Saya tahu bahwa akan ada reperkusi yang besar terhadap hal itu, tetapi hanya ini cara untuk membebaskan manusia dari perbudakan Amerika dan perusahaan-perusahaanya."

Siaran itu berselang kurang dari seminggu setelah Bin Laden memuji Umar Farouk Abdulmutallab sebagai pahlawan. Farouk adalah warga Nigeria yang mencoba meledakkan sebuah pesawat komersial AS pada hari Natal lalu.

Keaslian pernyataan Bin Laden itu belum dapat diverifikasi segera, tetapi IntelCenter, sebuah kelompok di AS yang memantau website jaringan teroris, mengatakan, tampaknya itu suara asli Bin Laden.

Presiden AS Barack Obama sebelumnya mengatakan bahwa pernyataan Bin Laden yang mengklaim serangan yang gagal pada 25 Desember menunjukkan Al Qaeda telah melemah. Bin Laden sedang mencari pujian dengan mengambil keuntungan dari peristiwa di seluruh dunia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau