Jakarta, Kompas
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat Brigjen Soewarno Widjonarko di Jakarta, Jumat (29/1). Menurut dia, hingga saat ini di TNI AD saja setidaknya sekitar 60 persen dari sekitar 300.000 personel tidak memiliki rumah.
Menurut Soewarno, seusai dilantik menggantikan Brigjen
Penyediaan rusun itu sebagai bagian pemenuhan kesejahteraan prajurit. Sejak beberapa tahun ini, TNI tengah melakukan penertiban rumah negara yang ditempati oleh keluarga purnawirawan.
Menurut Wakil Menteri Pertahanan Letjen Sjafrie Sjamsoeddin, beberapa hari lalu, TNI membolehkan rumah negara ditempati hingga istri purnawirawan. Penertiban rumah dinas dilakukan jika rumah-rumah negara itu dipergunakan untuk kepentingan selain untuk tempat tinggal purnawirawan.
Sjafrie mengatakan, Kementerian Pertahanan dan TNI idealnya memiliki 357.874 rumah. Namun, saat ini hanya ada 198.170 rumah. Karena itu, banyak prajurit aktif yang tidak menempati rumah negara.
Menurut Sjafrie, solusi masalah tersebut, antara lain, peningkatan anggaran, pembangunan rumah dengan bantuan tabungan perumahan, dan penyediaan rusun bekerja sama dengan Kementerian Perumahan Rakyat.