SEMARANG, KOMPAS - Untuk membangun minat dan kebiasaan membaca, idealnya setiap rumah memiliki perpustakaan keluarga. Tidak perlu ukuran ruang dan jumlah koleksi yang besar, tetapi yang terpenting bagaimana membuat perpustakaan yang nyaman dan fungsional serta memberikan perlindungan pada bahan pustaka.
Demikian disampaikan Kepala Akuisisi Pusat Informasi Kompas (PIK) Ria Purwiati dalam acara unjuk bincang "Merancang Perpustakaan Sekolah dan Keluarga" di Java Supermall, Semarang, Jumat (29/1). Acara ini merupakan rangkaian kegiatan Kompas-Gramedia Edu & Book Fair 2010.
Menurut Ria, perpustakaan, termasuk perpustakaan keluarga, memiliki fungsi edukasi, informasi, rekreasi, dan penelitian. Dengan perpustakaan, akan tercipta lingkungan yang membangun minat membaca, terutama pada anak-anak. Untuk memupuk minat baca anak sejak dini, sebaiknya disediakan buku-buku yang menarik. Orangtua juga harus memberi contoh membaca dan membacakan cerita kepada anak dengan ekspresi agar anak tertarik membaca.
Beri kode
Menurut Ria, koleksi bahan pustaka penting untuk diorganisir menurut klasifikasinya. "Klasifikasi bisa dilakukan secara sederhana dan diberi kode, misalnya FA untuk fiksi anak, FN untuk fiksi novel, atau R untuk referensi. Pengkodean juga dapat dilakukan dengan warna," katanya.
Cahyo Kismurwanti Jati (44), guru yang menjadi peserta acara itu, mengaku lebih semangat untuk mengembangkan perpustakaan pribadinya setelah ikut acara itu. "Pada acara ini saya mendapat pengetahuan mengelola perpustakaan yang baik," katanya.
Sebelum unjuk bincang, Divisi Penelitian dan Pengembangan Harian Kompas Yoga Prasetyo juga memberikan informasi tentang Pusat Informasi Kompas (PIK). PIK merupakan perpustakaan dengan koleksi bahan pustaka lebih dari 60.000 judul yang berbentuk buku, koran, format digital, mikro film, dan lain-lain. (*)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang