Menciptakan Keluarga Bahagia di Usia Pertengahan

Kompas.com - 30/01/2010, 13:38 WIB

KOMPAS.com — Upaya menciptakan keluarga bahagia pada usia pertengahan sangat diperlukan pasangan suami istri agar mampu menjalani salah satu periode perkawinan tersebut dengan sukses untuk kemudian menuju usia lanjut. Demikian menurut psikiater dan konsultan seksologi, Dr Naek L Tobing.

"Cukup banyak pasangan yang merasakan ganjalan atau konflik, baik pada usia dewasa maupun periode menjelang usia lanjut," katanya dalam seminar keluarga dengan tema "Membangun Hubungan Harmonis bagi Pasangan Suami Istri di Usia Matang" di Pendopo Si Panji Pemkab Banyumas, Purwokerto, Sabtu (30/1/2010).
     
Bila konflik itu dibiarkan, katanya, kemungkinan besar pasangan itu menderita. Konflik itu juga dapat mengakibatkan mereka stres hingga akhirnya meninggal tanpa kebahagiaan.
     
Ia mengemukakan, setiap orang ingin menikmati hidupnya pada usia cukup dewasa. "Ketidakmampuan untuk menikmati kehidupan walaupun syarat-syarat untuk itu telah terpenuhi, misalnya kondisi fisik yang sehat, keadaan ekonomi yang baik, atau anak-anak yang sudah jadi, membuat mereka jadi frustrasi. Khususnya bila hambatan-hambatan itu timbul dari perkawinan atau hubungan suami istri, termasuk nonseksual dan seksual," katanya.
     
Di usia pertengahan ini juga, sebagian pasangan akan terus berjuang untuk mengatasi konflik mereka, tetapi sebagian lagi akan tetap membiarkan terbengkalai tanpa penyelesaian hingga meninggal.
     
Selain itu, katanya, perbedaan fisik antara istri dan suami juga sering menimbulkan problem dalam kehidupan mereka. Naek menjelaskan, perbedaan fisik lebih banyak disebabkan kondisi mereka yang sudah mulai menurun pada periode menjelang usia lanjut.
    
 "Penyakit-penyakit sudah mulai hinggap sehingga mengganggu kemampuan untuk menikmati kehidupan. Mereka tidak lagi mampu untuk lebih maju lagi dalam karier," katanya.
     
Ia mengemukakan tentang pentingnya suatu kajian atas berbagai gangguan fisik karena usia atau penyakit supaya setiap pasangan mampu melewati masa itu dengan selamat.

"Inilah alasannya sehingga kita perlu mempelajari lebih mendalam dan meluas mengenai perkembangan perkawinan, khususnya ditinjau dari seksologi. Kita harapkan suami istri akan mampu menjalani periode ini dengan sukses untuk menuju usia lanjut," katanya.
     
Ada banyak faktor yang diperlukan pasangan suami istri untuk mendapatkan kebahagiaan pada usia pertengahan, salah satunya adalah faktor fisik. Karena itu, tiap pasangan disarankan untuk memeriksakan kesehatannya kepada dokter secara teratur sehingga ada keyakinan bahwa mereka tidak mengalami gangguan penyakit, seperti jantung koroner, hipertensi, dan diabetes melitus.

Pola hidup yang baik sesuai dengan aturan kesehatan dan kebahagiaan, katanya, penting untuk dilakukan. Psikoseksual, lanjutnya, juga salah satu faktor penting untuk mereka perhatikan karena pada usia menjelang lanjut, mereka sering jenuh dalam hubungan suami istri.

"Ketertarikan yang dulu dirasakan besar belakangan menjadi dingin. Ini penting dicari penyebabnya, apakah fisik, psikologis, atau seksual, hingga kehangatan antara mereka berdua dapat dipulihkan," kata Naek.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau