Lansia Gemuk Lebih Panjang Umur

Kompas.com - 30/01/2010, 14:43 WIB

KOMPAS.com - Kalau saat ini tubuh langsing adalah segalanya untuk Anda, sebaiknya ubah pikiran Anda saat nanti memasuki usia tua. Pasalnya menurut penelitian warga senior yang gemuk justru lebih panjang umur.

Berdasarkan studi terhadap 9.200 orang lanjut usia berusia lebih dari 70 tahun diketahui mereka yang tergolong gemuk justru lebih panjang umur dibanding lansia yang berat badannya normal.

Meski demikian, para peneliti dari Austrilia yang melakukan studi ini mengatakan terlalu gemuk atau obesitas dan berat badan yang terlalu kurus justru memperpendek usia. Untuk orang yang masih muda kelebihan berat badan telah diketahui mengundang masalah kesehatan.

Penelitian yang dilakukan sejumlah ahli dari the University of Western Austrilia ini dilakukan dengan cara mencari rekam jejak kematian selama 10 tahun terakhir pada para responden yang berusia 70-75 tahun saat dimulainya studi.

Ditemukan bahwa responden yang BMI-nya (indeks massa tubuh) tergolong kegemukan justru lebih panjang umur dan memiliki risiko lebih kecil untuk meninggal karena penyakti tertentu, seperti jantung, kanker dan penyakit pernapasan kronis.

Akan tetapi mereka yang masuk dalam kelompok obesitas memiliki risiko kematian lebih besar dalam periode 10 tahun.  Ketua peneliti, Profesor Leon Flicker mengatakan hasil studi ini menyimpulkan kegemukan tidak berbahaya untuk para warga senior.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau