BOGOR, KOMPAS.com - Meski sebelumnya cuaca mendukung, namun Suhandri, Sekretaris taruna siaga bencana (Tagana) Bogor mengatakan, proses evakuasi tidak bisa memprakirakan cuaca.
Cuaca tidak bisa diprediksi akan terus mendukung, dan itu akan menjadi tantangan bagi tim SAR ini untuk menurunkan enam orang mahasiswa tersebut.
"Dalam kondisi apapun, keenam mahasiswa ini harus turun hari ini juga. Kita khawatir jika ditunda akan lebih parah, karena mereka sudah kekurang logistik. Oleh karena itu tim rescue harus bergerak cepat," katanya.
Kondisi terakhir keenam mahasiswa masih bisa berjalan, dan berbicara. Hal itu diketahui melalui kontak antar tim rescue, yang sudah lebih dulu mengetahui keberadaan mereka, yang masih bertahan disana untuk mendampingi.
"Kita melakukan kontak dengan tim rescue pertama yang sudah turun dan menemukan titik mereka dan mereka menyebutkan kondisi keenamnya masih baik dapat berjalan dan bersuara, meski sempat terserang Hyportemia, karena kekurangan logistik," katanya.
Berdasarkan informasi yang diperoleh keenam mahasiswa itu merupakan pendaki ilegal karena masuk melalui pintu masuk Gunung Salak, Ciapus.
Pada saat sedang melakukan pendakian, sebenarnya Gunung Salak ditutup sementara waktu disebabkan oleh cuaca buruk. Pihak pengelola menutup jalur pendakian Gunung Salak hingga tanggal 28 Februari mendatang.
Awalnya jalur pendakian ditutup sampai tanggal 31 Januari, namun karena cuaca masih buruk maka diberlakukan penutupan sampai dengan 28 Februari.
Adapun jalur pendakian Gunung Salak yang resmi, melalui Pasir Reungit, Gunung Bunder dan Cidahu, Sukabumi. Keenam mahasiswa asal Yogyakarta tersebut diantaranya Febry, Wildan, Adib, Zaki, Urham dan Unan.
Informasi tersesatnya enam orang mahasiswa ini diperoleh dari laporan mahasiswa lain. "Mereka mendaki tanggal 24 Januari. Seharusnya sudah turun pada 27 Januari. Kondisi mereka kehabisan logistik dan tidak bisa melanjutkan perjalanan," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang