Peugeot-Citroen "Recall" 100.000 Unit

Kompas.com - 01/02/2010, 09:08 WIB

CEKO, KOMPAS.com - Produsen mobil terbesar kedua di Eropa, PSA Peugeot Citroen berencana menarik (recall) sekitar 100.000 unit. Penyebabnya, pabrikan menggunakan pasokan komponen pedal gas yang sama seperti yang digunakan Toyota.

Seperti diketahui, Toyota melakukan aksi serupa yang jumlahnya mencapai 5 juta lebih dari dua benua Amerika Serikat dan Eropa karena. Peugeot - Citroen mewajibkan penarikan untuk dua produk miliknya Peugeot 107 dan Citroen C1 yang dijual di seluruh Benua Biru, seperti dilansir Bloomberg (31/1/2010).

Juru bicara pabrikan, Jean-Marc Sarret mengatakan, aksi penarikan dilakukan kurang dari 100.000 unit mobil di Eropa. Kelainan yang terjadi pada pedal gas, berpotensi menimbulkan terjadinya kecelakaan lalu lintas sehingga membahayakan konsumen.

Seluruh unit tersebut diproduksi di pabrik gabungan milik Toyota dan Peugeot- Citroen yang bekerjaama untuk mengembangkan mobil kecil.Kapasitas produksi pabrik mencapai 330.000 unit per tahun untuk tiga model mobil hasil kolaborasi yakni 107, C1, dan Toyota Aygo.

"Kami akan melakukan aksi kampanye recall yang sama termasuk Toyota untuk mobil yang terkena masalah. Kelainan pada komponen pedal gas itu diaplikasikan pada seluruh model, menginfeksi 10 persen dari total produksi," papar Sarret.

Produk yang ditarik, merupakan model keluaran tahun produksi sejak pertengahan 2005 hingga pertengahan 2009 lalu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau