JAKARTA, KOMPAS.com — DPR kembali akan mengirim surat kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar segera mengajukan nama-nama calon Gubernur Bank Indonesia (BI) yang saat ini masih kosong sejak ditinggalkan Boediono yang menjadi Wakil Presiden.
"Karena belum ada jawaban apa pun dari Presiden, kami akan kirim lagi," kata Wakil Komisi XI DPR Melchias Marcus Mekeng di Gedung DPR Jakarta, Senin (1/2/2010).
Sebenarnya, kata Mekeng, pihaknya telah mengirim surat kepada Presiden atas kekosongan posisi Gubernur BI dua minggu lalu. Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut dari Presiden. Di sisi lain, tenggat untuk mengisi jabatan nomor satu di bank sentral itu telah lewat sejak dua tahun lalu.
"Deadline-nya sudah dua tahun lalu. Tidak jelas ini kenapa tidak diselesaikan satu per satu masalahnya. Apa karena Pak Darmin (Pjs Gubernur BI Darmin Nasution) mau dipindahin lagi ke Depkeu dan jadi menteri. Ini mana tahu," kata Mekeng.
Mekeng mengatakan, posisi Gubernur BI harus secepatnya diisi agar tidak mengganggu kegiatan operasional BI. "Gubernur BI harus secepatnya. Kalau sekarang kan hanya Pjs, kurang mantap. Lagi pula kan double jabatan. Bayangkan tiba-tiba krisis apa bagaimana," pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang