Hadapi Imlek, Maskapai Persiapkan Kapasitas

Kompas.com - 01/02/2010, 16:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -  Menghadapi hari raya Imlek pada 14 Februari mendatang, para penyelenggaran penerbangan mulai melakukan persiapan untuk meningkatkan kapasitasnya. Dipastikan load factor penumpang seminggu menjelang lebaran bagi masyarakat tionghoa ini bakal melonjak.

Sriwijaya Air telah mempersiapkan sebanyak 27 unit pesawatnya untuk mengantisipasi melonjaknya penumpang pesawat. "Pemesanan tiket sudah mulai meningkat sekitar 15 persen, diperkirakan load factornya akan meningkat hingga lebih dari 90 persen," kata juru bicara Sriwijaya Air, Ruth Hanna Simatupang di Jakarta, Minggu (31/1).

Untuk rute-rute yang menjadi favorit bagi masyarakat Tionghoa, jelas Hanna, Sriwijaya juga telah mempersiapkan penambahan penerbangan. "Penambahan penerbangan diperkirakan akan dilakukan untuk rute Jakarta ke Pangkalpinan, Tanjungpandan, Tanjungkarang, Medan dan Pontianak," jelasnya.

Penambahan penerbangan ini, menurut Hanna, hanya akan dilakukan satu frekuensi per rute. Berbeda dengan Idul Fitri di mana lonjakan penumpang sangat besar, pada Imlek biasanya tidak terlalu besar dan bisa diatasi dengan penambahan kapasitas satu frekuensi penerbangan.

Head of Corporate Communication Mandala Airlines, Trisia Megawati mengatakan, load factor Mandala pada saat imlek biasanya sekitar 91 persen.  Tahun ini target Mandala sekitar 93 persen.  Reservasi masih berlangsung terus dan saat ini load factor sudah di angka 89 persen, masih ada waktu sekitar dua minggu untuk mendongkrak load factor menjadi rata-rata 93 persen. 

"Biasanya penumpang akan booking tiket seminggu sebelum imlek. Rute-rute yang diminati penumpang antara lain Pontianak, Surabaya, Banjarmasin, Pekanbaru, Batam, Pangkalpinang dan Medan," ungkapnya beberapa waktu lalu.

Meski demikian, saat ini Mandala belum ada rencana penambahan extra flight menjelang imlek.  Dengan kapasitas kursi yg ada saat ini dirasakan masih mencukupi kebutuhan penumpang yang akan merayakan imlek. 

"Mandala masih memonitor peningkatan kebutuhan, apabila diperlukan nantinya kami akan pertimbangkan untuk menambah extra flight," ujarTrisia.

Corporate Secretary Garuda Indonesia, Pujobroto mengatakan, Garuda juga memperkirakan bakal terjadi pertumbuhan penumpang. Namun demikian, jelasnya, kapasitas yang dimiliki oleh Garuda masih bisa mengantisipasinya.

"Kita terus memantau kondisi pasar. Apabila kapasitas sudah tidak memenuhi lagi, baru akan ada penambahan kapasitas," ujarnya. (PersdaNetwork/ewa)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau