JAKARTA, KOMPAS.com - Menghadapi hari raya Imlek pada 14 Februari mendatang, para penyelenggaran penerbangan mulai melakukan persiapan untuk meningkatkan kapasitasnya. Dipastikan load factor penumpang seminggu menjelang lebaran bagi masyarakat tionghoa ini bakal melonjak.
Sriwijaya Air telah mempersiapkan sebanyak 27 unit pesawatnya untuk mengantisipasi melonjaknya penumpang pesawat. "Pemesanan tiket sudah mulai meningkat sekitar 15 persen, diperkirakan load factornya akan meningkat hingga lebih dari 90 persen," kata juru bicara Sriwijaya Air, Ruth Hanna Simatupang di Jakarta, Minggu (31/1).
Untuk rute-rute yang menjadi favorit bagi masyarakat Tionghoa, jelas Hanna, Sriwijaya juga telah mempersiapkan penambahan penerbangan. "Penambahan penerbangan diperkirakan akan dilakukan untuk rute Jakarta ke Pangkalpinan, Tanjungpandan, Tanjungkarang, Medan dan Pontianak," jelasnya.
Penambahan penerbangan ini, menurut Hanna, hanya akan dilakukan satu frekuensi per rute. Berbeda dengan Idul Fitri di mana lonjakan penumpang sangat besar, pada Imlek biasanya tidak terlalu besar dan bisa diatasi dengan penambahan kapasitas satu frekuensi penerbangan.
Head of Corporate Communication Mandala Airlines, Trisia Megawati mengatakan, load factor Mandala pada saat imlek biasanya sekitar 91 persen. Tahun ini target Mandala sekitar 93 persen. Reservasi masih berlangsung terus dan saat ini load factor sudah di angka 89 persen, masih ada waktu sekitar dua minggu untuk mendongkrak load factor menjadi rata-rata 93 persen.
"Biasanya penumpang akan booking tiket seminggu sebelum imlek. Rute-rute yang diminati penumpang antara lain Pontianak, Surabaya, Banjarmasin, Pekanbaru, Batam, Pangkalpinang dan Medan," ungkapnya beberapa waktu lalu.
Meski demikian, saat ini Mandala belum ada rencana penambahan extra flight menjelang imlek. Dengan kapasitas kursi yg ada saat ini dirasakan masih mencukupi kebutuhan penumpang yang akan merayakan imlek.
"Mandala masih memonitor peningkatan kebutuhan, apabila diperlukan nantinya kami akan pertimbangkan untuk menambah extra flight," ujarTrisia.
Corporate Secretary Garuda Indonesia, Pujobroto mengatakan, Garuda juga memperkirakan bakal terjadi pertumbuhan penumpang. Namun demikian, jelasnya, kapasitas yang dimiliki oleh Garuda masih bisa mengantisipasinya.
"Kita terus memantau kondisi pasar. Apabila kapasitas sudah tidak memenuhi lagi, baru akan ada penambahan kapasitas," ujarnya. (PersdaNetwork/ewa)