JAKARTA, KOMPAS.com — Sidang perkara terorisme kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (1/2/2010), dengan terdakwa Saefudin Zuhri. Dalam sidang hari ini, Dwi Astuti, istri Bahrudin alias Baridin yang dihadirkan sebagai saksi, menceritakan ihwal perkawinan anaknya, Arina Rahmah, dengan gembong teroris nomor satu yang sudah tewas dalam penggerebekan, Noordin M Top.
Menurut Dwi Astuti, perkawinan anaknya dengan Noordin itu terjadi setelah suaminya, Baridin, dikenalkan dengan Noordin oleh Saefudin Zuhri alias Tsabit alias Sugeng alias Abu Lubaba. Zuhri adalah suami dari keponakan Baridin.
Perkenalan itu terjadi menjelang bulan Ramadhan 2005. Noordin, yang kala itu mengaku bernama Ade Abdul Halim dan berasal dari Makassar, mengaku kepada Baridin sebagai anak yatim piatu yang bekerja sebagai pengajar di sebuah pondok pesantren di Makassar.
Setelah diperkenalkan dengan Noordin kala itu, Baridin lalu segera menelepon Arina untuk meminta putrinya itu pulang dari Yogyakarta, tempatnya menempuh pendidikan, karena akan dinikahkan segera dengan Noordin.
"Saya waktu itu tidak mengikuti jalannya pernikahan karena saya disuruh tinggal di dalam rumah," kata Dwi Astuti, istri Baridin, dalam kesaksiannya di persidangan lanjutan atas terdakwa Saefudin Zuhri, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (1/2/2010).
Noordin memberikan mas kawin sebuah cincin emas kala itu. Zuhri bertindak sebagai saksi pernikahan dari pihak Noordin. Saefudin Zuhri, yang merupakan suami dari keponakan Baridin, diakui Dwi Astuti sering berkunjung ke rumahnya untuk sekadar bertemu Noordin dan Baridin.
Selain itu, Saefudin juga diketahui sering bergantian dengan Noordin memberi khotbah shalat Jumat. Sebab, dikatakan Dwi, Saefudin Zuhri memang berprofesi sebagai seorang ustaz.
"Saya enggak tahu materi yang dikhotbahkan karena saya tidak pernah ikut shalat. Yang saya tahu cuma jadwal-jadwal pemberi khotbah karena memang ditempel di papan pengumuman masjid. Makanya saya tahu dia sering menjadi pemberi khotbah," ujar Dwi yang diakui Saefudin Zuhri.
Noordin, dikisahkan Dwi, merupakan sosok menantu yang tertutup. Namun, mantan gembong teroris nomor satu di Indonesia itu tidak pernah membebani kehidupan keluarga besar Baridin pascapernikahannya dengan Arina.
"Dia jarang bergaul. Sering keluar kalau malam saja. Kadang-kadang memberikan uang belanja juga. Tapi setelah pernikahan dia enggak pernah membebani kami. Karena kami juga enggak merasa terbebani," aku Dwi yang mengaku baru mengetahui jika menantunya adalah Noordin setelah ramai diberitakan di televisi.
Dwi juga mengaku jarang berkomunikasi dengan Noordin. Hal itu, menurutnya, dikarenakan Noordin jarang berada di rumah untuk menghabiskan waktu bersama Arina. "Kalau di rumah paling 3 sampai 5 hari," ujarnya.
Saat ditanya mengapa dengan kuantitas pertemuan yang begitu sedikit, Noordin dapat memberikan dua anak kepada Arina, Dwi memilih bungkam. "Berarti dia sering ada di rumah dong?" tandas jaksa penuntut umum.