JAKARTA, KOMPAS.com - PT Petronas Niaga Indonesia dan PT AKR Corporindo Tbk, siap bekerja sama dengan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) dalam menyalurkan bahan bakar minyak atau BBM bersubsidi. Dua perusahaan itu ditugasi Badan Pelaksana Kegiatan Hilir Migas untuk menjadi pendamping PT Pertamina dalam menyalurkan BBM bersubsidi.
Hal ini menjawab kekhawatiran pihak Hiswana Migas bahwa keputusan BPH Migas yang menugaskan Petronas dan AKR mengakibatkan menurunnya volume penjualan penyalur BBM subsidi yang telah ada jadi makin kecil, karena penyalur asing atau swasta yang ditunjuk itu akan mendirikan outlet Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum, Agen Penyalur Minyak Solar dan Solar Packed Dealer.
"Kue (kuota BBM bersubsidi) itu tidak membesar, tergantung siapa yang bisa mengambil porsinya," kata Presiden Direktur PT Petronas Niaga Indonesia Mohd Ibrahimnuddin Mohd Yunus, usai menghadiri Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat RI, Senin (1/2/2010), di Gedung DPR RI, Jakarta.
Sebelumnya BPH Migas menugaskan Petronas dan AKR untuk jadi pendamping PT Pertamina dalam menyalurkan BBM bersubsidi. Volume BBM bersubsidi 36 juta kiloliter. PT AKR akan menyalurkan 56.500 kilo liter per hari di Deli Serdang, Medan, Lampung Selatan, Lampung Utara, Lampung Timur, Bandar Lampung, Banjarmasin , Pontianak. Adapun Petronas akan menyalurkan 20.440 KL di Medan.
Ibrahim menjelaskan, jatah BBM bersubsidi yang disalurkan Petronas relatif sangat kecil dibandingkan dengan total volume BBM bersubsidi yang disalurkan para pelaku usaha yang tergabung dalam Hiswana Migas. "Kita ingin bekerja sama dengan siapa pun, termasuk Hiswana Migas," kata dia menambahkan.
Sebenarnya pihaknya menyiapkan pembangunan 19 SPBU untuk menyalurkan BBM bersubsidi, tetapi hanya mendapat satu wilayah dengan empat SPBU. "Kami masih harus mengikuti tender pada 2010, yang dimulai BPH Migas Maret, kita harus melihat dulu hasilnya tetapi masih belum pasti, baru dipikirkan rencana membuka SPBU baru," ujarnya menambahkan.
Hal serupa disampaikan Direktur Utama PT AKR Corporindo, Haryanto Adikoesoemo yang menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk anggota Hiswana Migas dalam mendistribusikan BBM bersubsidi tahun ini. Pihaknya membuka mitra s elebar-lebarnya untuk bekerja sama karena hal itu dibutuhkan untuk memperlancar distribusi BBM bersubsidi di wilayah penugasannya.
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Effendi MS Simbolon menyatakan, penugasan dari BPH Migas kepada perusahaan swasta atau asing akan menciptakan persaingan bisnis yang sehat antar badan usaha yang menyalurkan BBM bersubsidi. Hal ini diharapkan akan dapat meningkatkan kualitas dan jangkauan pelayanan bagi masyarakat selaku konsumen.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang