Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak

Kompas.com - 01/02/2010, 17:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim Harga Minyak Indonesia menyatakan, harga rata-rata minyak mentah Indonesia selama Januari 2010 berdasarkan perhitungan Formula Indonesian Crude Price (ICP) mencapai 77,33 dollar AS per barel. Ini berarti ada kenaikan 1,75 dollar AS per barel dibandingkan Desember tahun lalu yang sebesar 75,58 dollar AS.

Demikian paparan dari Tim Harga Minyak Indonesia dalam siaran pers Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Senin (1/2/2010), di Jakarta.

Peningkatan harga minyak mentah Indonesia itu dinilai sejalan dengan peningkatan harga minyak mentah utama di pasar internasional. Peningkatan ini disebabkan sejumlah faktor, antara lain cuaca dingin pada awal Januari di sejumlah wilayah di belahan bumi bagian utara seperti Eropa, wilayah utara China dan Amerika Serikat yang dilanda musim dingin dan mengakibatkan peningkatan konsumsi produk minyak terutama heating oil.

Selain itu evaluasi sejumlah lembaga analis pasar minyak memperkirakan terjadi peningkatan permintaan minyak dunia untuk tahun 2010, dengan motor penggerak yaitu negara-negara Non OECD (Organisation for Economic Co-Operation And Development) terutama China dan India.

Evaluasi itu antara lain dilakukan Badan Energi Internasional (IEA) yang memperkirakan, pertumbuhan permintaan minyak mentah global untuk tahun 2010 meningkat 1,7 persen atau 1,4 juta barel per hari, menjadi 86,3 juta barel per hari dibandingkan permintaan tahun 2009.

OPEC dalam laporan bulanannya memperkirakan permintaan minyak dunia tahun 2010 mengalami peningkatan 0,8 juta barel per hari menjadi 85,1 juta barel per hari dan Energy Information Administration (EIA ) memperkirakan permintaan minyak global tahun 2010 meningkat 1,1 juta barel per hari menjadi 85,18 juta barel per hari.

Peningkatan harga minyak dunia juga disebabkan laporan EIA bahwa terjadi penurunan stok minyak mentah komersial AS Januari 2010 sebesar 17,5 juta barel dibandingkan pada periode sama tahun 2009 dan masalah geopolitik antara Rusia dan Belarusia terkait tarif ekspor minyak untuk tahun 2010, sehingga berpotensi menghambat suplai minyak yang melalui jalur pipa Druzba menuju Uni Eropa.

Untuk kawasan Asia Pasifik, peningkatan harga minyak mentah juga disebabkan terjadinya peningkatan impor minyak mentah China pada bulan Desember 2009 (dibanding bulan yang sama pada tahun 2008) menjadi 5,03 juta barel per hari.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau