Kebiasaan Mandi yang Bikin Kulit Kering

Kompas.com - 01/02/2010, 18:52 WIB

KOMPAS.com - Melakukan ritual pembersihan kulit wajah setiap hari merupakan bagian terpenting dalam perawatan kulit Anda. Namun tidak semua orang yang rajin mandi lantas berarti memiliki kulit yang halus dan sehat, lho.

Mereka yang menikmati aktivitas mandi ydan berendam dalam air hangat bisa juga mengalami kekeringan pada kulit yang ekstrem, atau disebut eczema. Eczema merupakan salah satu gangguan kulit yang umumnya ditandai dengan gatal-gatal, ruam atau kemerahan, kulit bersisik, atau kulit menjadi retak. Eczema sering diderita oleh bayi. Umumnya gejala-gejala itu timbul di wajah, dada, punggung, tangan, atau kaki, selama enam bulan pertama, dan bisa terus bertahan hingga masa kanak-kanak. Kebanyakan dari mereka juga membawa sindrom itu hingga dewasa, sehingga keadaannya jadi lebih sulit untuk diobati. Kalau sudah begini, perawatannya menjadi sangat rumitnya.

Untuk menghindari kondisi seperti ini, sebaiknya perhatikan ritual mandi Anda.

1. Periksa kadar air Anda. Apakah air mandi Anda mengandung klorin yang bisa mengikis kelembapan alamiah kulit Anda? Tidak heran kulit Anda menjadi sensitif, kering, dan bersisik. Agar hal ini tidak bertambah parah, gunakan penyaring air untuk menghentikan paparan terhadap klorin yang bisa menambah kekeringan pada kulit.

2. Sesuaikan suhu air mandi. Perhatikan suhu pengukur. Jika menggunakan shower atau bak mandi, uap hangat dari air saja sudah bisa membuat kulit Anda kering dan kusam. Uap hangat juga akan menyerap kelembapan dari udara. Semakin rendah suhu (dingin) air mandi Anda, semakin baik.

3. Gunakan sabun pembersih yang ringan. Sabun yang banyak mengandung zat kimia cenderung akan mengikis kelembapan kulit. Akibatnya kulit tidak punya lapisan lemak yang bisa mencegah kulit menjadi bersisik atau retak. Daripada menggunakan sabun yang mengandung sulfur (zat untuk membunuh kuman yang menyebabkan kulit kering, RED) lebih baik gunakan sabun antialergi yang tidak menggunakan pewangi.

4. Gunakan pelembap. Ketika anak Anda keluar dari bak mandi, keringkan mereka, namun jangan sampai terlalu kering (hanya menyeka air saja). Biarkan sisa kelembapan kulit masih tertinggal. Kemudian baluri seluruh tubuh dengan losion atau krim pelembap atau minyak nabati yang bisa langsung diserap oleh kulit.

5. Awasi pola makan. Eczema juga disebabkan oleh reaksi imunitas tubuh. Tubuh yang mengalami penurunan kekebalan disebabkan oleh makanan. Beberapa buah tropis seperti mangga dan nenas bisa membuat kulit jadi lembap. Konsultasikan pada dokter dan ahli kulit Anda tentang makanan yang bisa membuat kulit jadi lebih lembap.

6. Cari tahu bahan alami pelembap kulit. Bunga calendula dan lidah buaya termasuk tanaman yang mengandung vitamin E, yang mampu memberi kelembapan pada kulit. Calendula bisa memerangi problem-problem kulit semisal eczema, ruam kulit, kulit terbakar, serta kulit pucat dan kering. Gunakan bunga ini untuk mandi. Caranya: Ambil 5-6 tangkai bunga, masukkan dalam kantong teh dan seduh dengan air hangat. Diamkan 20 menit, kemudian campurkan dalam air mandi.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau