5 Hal yang Menciptakan Chemistry

Kompas.com - 01/02/2010, 19:55 WIB

KOMPAS.com - Sebagian orang menyebut chemistry sebagai penentu ketertarikan kita pada seseorang. Misalnya saja, saat bertemu dengan seseorang, ada yang membuat hati kita terus berdebar-debar saat berdekatan dengannya, meskipun penampilan pria tersebut jauh dari tipe Anda.

Kenapa hal ini terjadi pada seseorang, tapi tidak pada orang yang lainnya? Ternyata ada hal-hal khusus yang membuat kita tertarik pada sosok pria tertentu. Anda mungkin tidak menyadari fakta-fakta tersebut. Apa saja?

* Aroma tubuhnya. Bisa aroma alami tubuhnya, bisa pula parfum yang selalu dipakainya. Bau khas pria memang merupakan salah satu pertanda yang paling utama saat kita tertarik dengannya. Ketika kita mencari pasangan, maka kita akan tertarik dengan orang yang memiliki bau yang bisa membuat perasaan kita tenang, terlindungi, dan membangun semangat kita. Keadaan ini sudah tertanam dalam hormon biologis kita. Maka tidak salah bila dikatakan bahwa hidung akan membimbing kita menemukan "arah yang benar".

* Suaranya. Secara umum, pria lebih tertarik dengan wanita yang memiliki suara yang tinggi. Sedangkan wanita lebih suka pria dengan suara yang dalam. Suara bisa memberikan pertanda kesuburan, kesehatan, dan ketertarikan. Dengan menaikkan suara kita lewat latihan vokal, kita bisa meningkatkan penampilan kita sehingga lebih mudah diterima orang lain. Tentu saja, hal ini tak selalu berkaitan dengan urusan mencari pasangan, lho.

* Kesamaan pikiran. Seseorang yang bisa menarik perhatian kita adalah yang melihat kita sebagaimana adanya kita, meskipun kita punya pandangan yang nyeleneh sekalipun. Anda ingat obrolan Abby (Katherine Heigl) dan Mike (Gerard Butler) dalam film Ugly Truth? Abby selalu minta air keran untuk minum, karena menurutnya tak ada bedanya dengan air minum kemasan yang dijual di restoran. Belakangan, ia baru tahu Mike punya pendapat yang sama, dan hal ini makin membuatnya merasa cocok dengan Mike. Nah, Anda bisa mencari contohnya sendiri dalam kondisi Anda.

* Kecocokan fisik. Pada umumnya seseorang tertarik dengan orang lain, jika ia merasa memiliki kesamaan fisik dengan orang itu. Sebagai contohnya, seseorang yang menilai daya tarik dirinya senilai 7, akan mencari atau tertarik dengan mereka yang juga memiliki daya tarik yang sama, yakni 7. Kita juga biasanya tertarik dengan seseorang yang memiliki bentuk tubuh, tinggi, dan isyarat tubuh yang mirip.

Hal lain yang membuat kita memilih seseorang adalah kesamaan nilai sosial atau derajat pendidikan. Hal ini karena mereka yang memiliki kesamaan minat atau opini dengan kita juga mendukung kita dalam hal nilai-nilai dan pilihan-pilihan.

* Kepercayaan diri. Kita akan tertarik dengan orang yang memiliki kepercayaan diri dalam hal pikiran dan penampilan. Seseorang yang memiliki tubuh yang tegap atau ramping cenderung terbuka, dan suka memberikan respek terhadap orang lain. Hal inilah yang membuat kita memilihnya, dan tidak memilih orang yang pendiam, tertutup, dan secara fisik tidak menarik.

Secara alami, kita juga akan tertarik dengan mereka yang memiliki senyum yang tulus dan memiliki selera humor yang baik. Tertawa adalah salah satu cara untuk mempertahankan keharmonisan hubungan.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau