Garuda Garap Rute JAL

Kompas.com - 01/02/2010, 21:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Bangkrutnya maskapai asal Jepang, Japan Airlines (JAL), menjadi keuntungan sendiri bagi Garuda Indonesia. Perusahaan penerbangan BUMN ini akan menggantikan rute yang bakal ditinggalkan JAL, yaitu Jakarta-Tokyo pp.

"Kita mulai menerbangkan Jakarta-Tokyo, sebelumnya Garuda juga
sudah mengoperasikan rute Jakarta-Denpasar-Tokyo. Mudah-mudahan target load factor rute baru ini bisa mencapai lebih dari 80 persen," kata Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar di Jakarta, pekan lalu.

Hingga saat ini JAL masih mengoperasikan rute Tokyo-Jakarta. Namun, seiring dengan pernyataan bangkrut, perusahaan penerbangan milik pemerintah Jepang ini akan mengurangi jumlah armadanya, termasuk pesawat Boeing 747 yang bakal di-face out.

Selama ini JAL menerbangkan penumpang internasional, termasuk untuk
rute Jakarta-Tokyo dengan pesawat tersebut. Nantinya, maskapai ini hanya akan melayani rute-rute domestik.

Menurut Emir, untuk melayani penerbangan rute tersebut, Garuda akan menggunakan pesawat Airbus 330-200. Pesawat berbadan lebar tersebut memiliki kapasitas hampir 300 penumpang.

Selain rute tersebut, tahun ini Garuda juga akan terbang ke Eropa yang rencananya dilakukan pada awal semester II-2010.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau