JAKARTA, KOMPAS.com - PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) berhasil mengantungi order ekspor produk andalannya APV sebesar 4.749 unit sepanjang semester pertama tahun ini. Multi purpose vehicle (MPV) milik Suzuki menjadi salah satu produk unggulan ekspor mendampingi Swift yang juga telah dipesan 864 unit pada periode yang sama (baca Kompas.com 27/1/2010).
Dengan kedua produk tersebut (APV dan Swift) maka total order yang harus dipenuhi SIM 5.613 unit. Sementara sepanjang tahun ini, produsen sekaligus ATPM mobil Suzuki di Indonesia tersebut mematok target ekspor tahun ini 12.000 unit.
"1.200 unit APV sudah diekspor pada Januari ke seluruh penjuru dunia, total 82 negara. Sementara Swift sudah dikirim ( Januari) ke Thailand 120 unit. Sisanya akan dikirim berdasarkan jumlah yang ada," ujar Deputy General Manager Overseas Sales & Marketing SIM Bebin Djuana kepada Kompas.com, belum lama ini.
Sepanjang tahun ini, SIM mematok volume ekspor dalam kondisi utuh (CBU) 12.000 unit dan 3.000 unit dalam bentuk terurai (CKD). Target ekspor CBU tersebut naik tipis 9,5% dan 11,9% untuk ekspor CKD dibandingkan dengan realisasi kinerja tahun lalu.
"Jumlah ini didasarkan order yang kami terima untuk 4 bulan ke depan. Kami mencoba realistis jadi target CBU kami 12.000 unit tahun ini," jelas Bebin.
Sementara itu, SIM juga berencana menambah pasar baru di 10 negara baru untuk ekspor APV di benua Afrika. Salah satu dari negara baru tujuan ekspor Suzuki antara lain, Burkina Faso, Afrika Tengah, Gabon, Chad, Kamerun, Kongo, Guinea dan Aljazair.
"Kalau bisa nambah dengan tujuan itu tentunya pasar ekspor Suzuki menjadi lebih dari 90 negara. Kendala untuk menggarap pasar ekspor di Afrika ini lebih pada kondisi politik yang kurang stabil," tukas Bebin.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang