Jaksa Nilai Pembelaan Antasari Bentuk Keputusasaan

Kompas.com - 02/02/2010, 11:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Jaksa penuntut umum atau JPU menilai bahwa pembelaan pribadi yang diungkapkan terdakwa Antasari Azhar adalah bentuk keputusasaan terdakwa menghadapi persidangan yang berakhir dengan tuntutan mati. Hal itu dikatakan JPU Cirus Sinaga saat membacakan jawaban pembelaan pribadi terdakwa atau replik di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (2/2/2010).

Pada sidang sebelumnya, Antasari telah membacakan pembelaan pribadi dengan judul "Imajinasi Penuntut Umum yang Berujung Pada Tuntutan Mati" sekitar 50 lembar. "Judul pembelaan terdakwa merupakan akhir kekesalan yang hampir putus asa dan tidak mampu lagi uraikan kata yang logis dan sesuai fakta di persidangan. Padahal, JPU tidak tebersit untuk balas dendam," ucap Cirus mengawali pembacaan replik.

Menurutnya, JPU menyayangkan perkataan Antasari bahwa tuntutan itu merupakan imajinasi. Antasari sebagai manusia biasa tidak menuntup kemungkinan melakukan hal-hal yang bertentangan dengan hukum. Untuk itu, pihaknya meminta agar pihak Antasari tidak lagi menggunakan kata itu dalam sidang selanjutnya.

Cirus mengutarakan bahwa Antasari berlebihan mengatakan kejadian di Hotel Grand Mahakam, Jakarta Selatan, telah diatur. Antasari merasa dijerat lewat pengiriman Rani ke hotel. "Mestinya terdakwa dapat menahan diri bertemu Rani meski telah mengenal lama karena beban pekerjaan yang telah tinggi dan kecurigaan," paparnya.

"Bila benar tidak ada perbuatan mesum, tidak mungkin ada suara grasak-grusuk dan suara manja Rani. Betapa senang terdakwa sampai memberikan uang 500 dollar AS kepada Rani. Wajar memberi uang kepada orang yang memberi kebahagiaan," tambah dia.

JPU membacakan replik setebal 82 lembar di hadapan Ketua Majelis Hakim, Herri Swantoro.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau