Puting beliung yang terjadi di sejumlah desa di Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi, Minggu (31/1) malam, telah merusakkan sedikitnya 58 rumah. Sejumlah warga kesulitan memperbaiki rumahnya yang rusak karena tidak memiliki uang.
Berdasarkan informasi yang dikumpulkan Kompas, Senin (1/2), rumah di tiga desa di Jogorogo, yaitu Desa Kletekan (50 rumah), Desa Talang (4 rumah), dan Desa Brubuh (1 rumah), rusak akibat diterjang puting beliung.
Angin menumbangkan sejumlah pohon dan menerbangkan genteng- genteng rumah warga. Sejumlah pohon yang tumbang ada pula yang menimpa rumah warga. Di Desa Kletekan, ada tiga rumah yang tertimpa pohon tersebut.
"Saat terjadi, angin berputar-putar sangat kencang. Beberapa genteng roboh, di antaranya ada yang mengenai kaki saya. Saya sekeluarga tetap diam di rumah karena takut kalau keluar rumah," kata Martini, salah satu warga.
Kepala Dusun Kletekan, Desa Kletekan, Joko Darsoyo, mengatakan tidak satu pun warganya menduga puting beliung bakal terjadi lagi di wilayahnya. Pasalnya sudah lama kawasan Kletekan tidak diterjang puting beliung. "Kejadian puting beliung terakhir di desa kami terjadi tahun 1984," ucapnya. (APA)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang