PT KA Tetap Minta Pemkot Surabaya Bayar Ganti Rugi

Kompas.com - 02/02/2010, 16:18 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - PT Kereta Api (PTKA) Indonesia tetap  meminta penggantian kerugian akibat kerusakan sarana KA akibat kisruh bonek pendukung Persebaya dengan warga kepada Pemerintah Kota Surabaya.
    
"PTKA tetap minta penggantian atas kerugian sarana KA yang rusak saat mengangkut bonek, intinya PTKA meminta ada pertanggung jawaban," kata Vice Presiden Public Relation PTKA Ny Adi Suryatmini di Bandung, Selasa.
    
Sebelumnya, Wali kota Surabaya Bambang DH menyatakan pihaknya tidak akan mengganti kerusakan sarana KA yang rusak dilempari oleh massa saat mengangkut bonek. Alasannya pelaku pelemparan terhadap KA bukan suporter Surabaya.
    
Meski demikian, Pemkot Surabaya bersedia membayar biaya tiket untuk pengangkutan  bonek dari Bandung ke Surabaya senilai Rp 105 juta yakni KA Luar Biasa Rp 65 juta dan KA Pasundan Rp 40 juta.
    
"Direksi sudah melayangkan surat kepada Wali kota Surabaya terkait kerugian PTKA yang mencapai Rp 1 miliar, tak hanya kerusakan KA juga fasilitas stasiun juga ada yang rusak," katanya.
     
Klaim kerugian sarana KA kepada Pemkot Surabaya yang dilakukan oleh PTKA, kata Adi masih dilakukan secara instansi ke instansi.  Namun bila Pemkot Surabaya tetap tidak mau membayar kerugian PTKA, PTKA tidak menutup kemungkinan mengambil jalur hukum.
     
"Sekarang masih dilakukan secara kelembagaan, namun bila tetap bergeming apa boleh buat, kami lakukan melalui jalur hukum," kata Adi Suryatmini.
     
Ia menyebutkan, pasca insiden bonek itu, PTKA mengimbau kepada para suporter sepak bola untuk tertib saat menggunakan fasilitas KA. Pihaknya tidak bisa menolak penonton sepak bola yang ingin naik KA dengan membawa tiket.
     
"PTKA tidak bisa menolak penumpang yang punya tiket, khusus untuk suporter sepak bola diharapkan hal itu bisa menjadi pelajaran dan tidak terjadi lagi di kemudian hari. Suporter harus terorganisasi," kata Adi.
     
Ia membandingkan dengan angkutan lebaran, dengan jumlah penumpang yang lebih banyak mampu terlayani dengan baik karena berlangsung tertib dan mengikuti anjuran.  Untuk mengantisipasi hal serupa, PTKA menginstruksikan kepada seluruh Daerah Operasi PTKA untuk melakukan langkah-langkah antisipatif terkait pemesanan tiket dan logistiknya.
     
"Bila perlu untuk mengangkut suporter yang rentan PTKA akan menyodorkan agreement kepada koordinator suporter itu, selain terkait pembayaran tiket juga kesediaan menanggung resiko bila mereka berbuat ulah yang merugikan pihak PTKA," kata Adi Suryatmini menambahkan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau