TEHERAN, KOMPAS.com - Pemimpin oposisi Mousavi Selasa Mir Hossein mengeluarkan kecaman keras kepada seterunya, Ahmadinejad. Ia menyebut, revolusi Islam tahun 1979 telah gagal karena akar tirani dan kediktatoran hingga kini masih ada .
Kecaman keras itu disampaikan Mousavi dalam situs Kaleme.org milik kelompoknya, merujuk atas keputusan hakim atas eksekusi mati atas sembilan pengunjuk rasa anti-pemerintah.
"Kediktatoran atas nama agama adalah yang terburuk. Manifestasi paling nyata dari sebuah sikap tirani yang terus ditunjukkan dalam parlemen dan peradilan. Kami telah kehilangan harapan dalam peradilan, "katanya.
Mousavi menambahkan bahwa ia tidak lagi percaya, seperti yang pernah ia lakukan, bahwa revolusi telah menghapus semua struktur yang dapat menyebabkan totalitarianisme dan kediktatoran. "Mencekik media, memenuhi penjara-penjara dan secara brutal membunuh orang-orang yang menuntut hak-haknya secara damai, menunjukkan akar tirani dan kediktatoran dari asebuah zaman monarki. Saya tidak percaya bahwa revolusi mencapai tujuan," katanya.
Seperti diketahui, Mousavi, yang telah memimpin protes anti-pemerintah sejak sengketa terpilihnya kembali Presiden Mahmoud Ahmadinejad bulan Juni lalu, membuat pernyataan sebagai tanda ulang tahun ke-31 revolusi Islam Iran.
Perayaan menandai kembalinya ulama garis keras, Ayatollah Ruhollah Khomeini dari pengasingan pada tahun 1979 itu dimulai pada hari Senin dan akan mencapai puncaknya pada 11 Februari mendatang, hari di mana jatuhnya Syah yang telah memerintah Iran selama hampir empat dekade.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang