Mousavi: Kediktatoran Masih Bercokol di Iran

Kompas.com - 02/02/2010, 23:20 WIB

TEHERAN, KOMPAS.com - Pemimpin oposisi Mousavi Selasa Mir Hossein mengeluarkan kecaman keras kepada seterunya, Ahmadinejad. Ia menyebut, revolusi Islam tahun 1979 telah gagal karena akar tirani dan kediktatoran hingga kini masih ada .

Kecaman keras itu disampaikan Mousavi dalam situs Kaleme.org milik kelompoknya, merujuk atas keputusan hakim atas eksekusi mati atas sembilan pengunjuk rasa anti-pemerintah.

"Kediktatoran atas nama agama adalah yang terburuk. Manifestasi paling nyata dari sebuah sikap tirani yang terus ditunjukkan dalam parlemen dan peradilan. Kami telah kehilangan harapan dalam peradilan, "katanya.

Mousavi menambahkan bahwa ia tidak lagi percaya, seperti yang pernah ia lakukan, bahwa revolusi telah menghapus semua struktur yang dapat menyebabkan totalitarianisme dan kediktatoran. "Mencekik media, memenuhi penjara-penjara dan secara brutal membunuh orang-orang yang menuntut hak-haknya secara damai, menunjukkan akar tirani dan kediktatoran dari asebuah zaman monarki. Saya tidak percaya bahwa revolusi mencapai tujuan," katanya.

Seperti diketahui, Mousavi, yang telah memimpin protes anti-pemerintah sejak sengketa terpilihnya kembali Presiden Mahmoud Ahmadinejad bulan Juni lalu, membuat pernyataan sebagai tanda ulang tahun ke-31 revolusi Islam Iran.

Perayaan menandai kembalinya ulama garis keras, Ayatollah Ruhollah Khomeini dari pengasingan pada tahun 1979 itu dimulai pada hari Senin dan akan mencapai puncaknya pada 11 Februari mendatang, hari di mana jatuhnya Syah yang telah memerintah Iran selama hampir empat dekade.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau