CIUDAD JUAREZ, KOMPAS.com - Sekelompok pemuda yang bekerja pada geng narkotika di Kota Ciudad diduga menjadi dalang penembakan remaja Minggu lalu. Otoritas setempat mengungkapkan hal ini, Selasa (2/2/2010) di saat sebagian dari korban akan dimakamkan.
Seperti diwartakan, sekitar 15 pria bersenjata menembaki sebuah pesta yang penuh dengan remaja pada Minggu dini hari dalam sebuah serangan yang sangat ekstrim di perbatasan utara kota yang terkenal dihuni banyak geng narkoba.
Sebagian besar dari korban yang tewas adalah remaja di bawah 20 tahun dan berstatus siswa SMA.
Seorang pejabat dari kantor jaksa negara bagian Chihuahua, yang menolak menyebutkan namanya mengatakan, kelompok Los Aztecas kini menjadi tersangka utama insiden itu.
Los Aztecas bekerja untuk geng di Juarez, yang merupakan wilayah pertempuran berdarah dalam perang melawan kartel Sinaloa. Tahun 2009 lalu, terjadi 2.660 pembunuhan atau rata-rata tujuh pembunuhan terjadi setiap hari. Pihak berwenang menduga pembunuhan akhir pekan lalu adalah serangan balas dendam.
"Dari keterangan saksi, penyerang itu mengarah pada seseorang yang spesifik," kata seorang pejabat negara.
Presiden Meksiko Felipe Calderón mengutuk pembunuhan itu. Negeri ini memang mengalami lonjakan dalam kekerasan yang terkait peredaran narkoba dengan lebih dari 15.000 orang tewas sejak Calderon meluncurkan operasi militer untuk kejahatan yang terorganisasi pada Desember 2006.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang