Kerajaan Amantubillah Gelar Perayaan Robo-robo

Kompas.com - 03/02/2010, 01:52 WIB

PONTIANAK, KOMPAS.com--Kerajaan Amantubillah di Mempawah Kabupaten Pontianak, Kalimantan Barat, akan menggelar Perayaan Robo-robo memperingati kedatangan pendiri kota Mempawah, Opu Daeng Manambon, 10 Pebruari 2010.

Wakil Panitia Napak Tilas Berdirinya Keraton Amantubillah 2010, Syaiful di Pontianak, Selasa, mengatakan Perayaan Robo-robo yang diperingati setiap Rabu akhir bulan Safar sebagai bentuk mengenang kedatangan Opu Daeng Manambon.

Ia menjelaskan, sebagai layaknya napak tilas kedatangan Opu Daeng Manambon ke Mempawah, pihaknya juga menyelenggarakan ritual serupa mulai dari awal kedatangan pendiri itu di Kuala Mempawah yang disambut dengan iring-iringan perahu yang berisi ratusan prajurit dan perahu lancang kuning yang digunakan raja masa itu.

Adapun agenda Perayaan Robo-robo yang akan digelar antara lain, ritual penyambutan di Kuala Mempawah Pangeran Ratu Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim, oleh para prajurit kerajaan. Kemudian dilanjutkan ritual buang-buang sesaji ke laut sebagai tolak bala, makan saprahan yang juga sebelumnya dilakukan oleh Opu Daeng Manambon bersama prajurit dan masyarakat Mempawah.

Selain itu, acara tambahan pihak panitia juga menggelar kirab benda-benda pusaka Kerajaan Amantubillah, setelah itu benda yang telah diarak keliling Kota Mempawah menjalani ritual pembersihan di Keraton Amantubillah.

Panitia telah mengundang semua keraton yang ada di Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam dan Singapura untuk menghadiri perayaan tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalbar, Kamaruzzaman, menyatakan Perayaan Robo-robo telah diagendakan dalam "Visit Kalbar 2010" dan masuk agenda wisata Indonesia menuju wisata internasional.

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Kalbar telah melakukan berbagai upaya mempromosikan perayaan itu agar bisa menggaet wisatawan nasional maupun internasional. "Malam pergantian tahun 2009 ke tahun 2010 kami telah meluncurkan ’Visit Kalbar 2010’," kata Kamaruzzaman.

Kamaruzzaman menambahkan, ada dua agenda penting di Kalbar pada Pebruari, yaitu Perayaan Robo-robo tanggal 10 Pebruari dan Perayaan Cap Go Meh 28 Pebruari yaitu di Kota Singkawang dan Kota Pontianak. "Kami menargetkan kunjungan wisatawan nasional dan internasional sebanyak-banyaknya," kata Kamaruzzaman.

Sebelumnya, Pangeran Ratu Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim mengatakan, Perayaan Robo-robo sebagai napak tilas kedatangan Opu Daeng Manambon. "Ketika itu para pengikut Opu Daeng Manambon yang terdiri dari berbagai etnis dan agama dengan suka cita menyambut kedatangan beliau," ujarnya.

Ia mengatakan robo-robo sarat dengan pesan persatuan dari semua etnis dan agama yang ada di Kalbar yang diwariskan oleh Opu Daeng Manambon ketika mendirikan Kota Mempawah. "Mereka berkumpul pada hari Rabu akhir bulan Safar, bersama-sama membangun Mempawah," ujarnya.

Keharmonisan itu bisa dilihat di komplek pemakaman Opu Daeng Manambon yang disampingnya juga terdapat makam Panglima Hitam orang Dayak, Patih Humantir dan Damarwulan orang Jawa, Lo Tai Pak orang Tionghoa serta dari beberapa etnis lainnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau