Skandal Seks Uji Nasionalisme Terry-Bridge

Kompas.com - 03/02/2010, 03:31 WIB

LONDON, KOMPAS.com - Ketua Eksekutif Federasi Sepak Bola Inggris (FA), Gordon Taylor, mengerti, skandal seks megacaukan relasi dua bek Inggris, John Terry dan Wayne Brdige. Namun, menurutnya, keduanya harus mampu menempatkan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi dan karenanya tak ada satu pun dari keduanya perlu keluar dari timnas.

Belum lama ini, media Inggris mengungkap perselingkuhan Terry dengan mantan pacar Brdige, Vanessa Perroncel. Bridge disebut mempertimbangkan mundur dari timnas karena tak ingin bertemu Terry.

Menurut Taylor, Terry dan Brdige merupakan penggawa penting "The Three Lions". Ia pun meminta pelatih Fabio Capello untuk meyakinkan keduanya untuk bertahan demi Inggris. Belajar dari kisah perseteruan Andy Cole dan Teddy Sheringham, ia yakin, Terry dan Bridge bisa membangun kerja sama solid di lapangan.

"Anda memiliki dua pemain yang bekelahi karena masalah pribadi yang serius. Sebelumnya, kami mengalami masalah serupa ini di sejumlah klub. Saya bisa katakan, ketika Manchester United memenangi treble (Liga Champions, Premier League, dan Piala FA pada 1999)," katanya.

"Saat itu, Andy Cole dan Teddy Sheringham disebut-sebut tak berbicara satu sama lain. Namun, mereka bekerja sama dengan baik sebagai pasangan di lini depan. Ini adalah tugas manajer (Capello) untuk meyakikan bahwa tim adalah yang utama dan pemain fokus kepada sepak bola," tandasnya. (TMO)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau