JAKARTA, KOMPAS.com — Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Rabu (3/2/2010) pagi, menguat 20 poin hingga di bawah angka Rp 9.350 per dollar AS karena pelaku pasar kembali membeli rupiah menyusul membaiknya bursa Wall Street.
Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS itu berada pada posisi Rp 9.330-Rp 9.345 per dollar AS dibandingkan penutupan hari sebelumnya Rp 9.350-Rp 9.365.
Sekretaris Perusahaan PT Bank Mega Tbk Dony di Jakarta, Rabu, mengatakan, pembelian rupiah oleh pelaku pasar terpicu menguatnya euro terhadap dollar AS.
Euro membaik terhadap dollar AS karena berkurangnya kekhawatiran pelaku asing terhadap masalah Yunani yang mengalami krisis keuangan. Dollar terhadap euro menjadi 1,3955 dari 1,3931 dan terhadap yen juga turun menjadi 90,41 yen dari 90,59.
Dony mengatakan, melemahnya dollar AS di pasar regional merupakan faktor utama menguatnya rupiah karena pelaku asing optimistis rupiah akan bisa kembali di bawah angka Rp 9.300 per dollar AS yang sebelumnya pernah mencapai level Rp 9.165 per dollar AS.
"Meski demikian, posisi rupiah cukup aman apabila mata uang Indonesia berada pada kisaran Rp 9.300 sampai Rp 9.500 per dollar AS," ucapnya.
Kenaikan rupiah juga terpicu oleh membaiknya saham-saham di Wall Street akibat membaiknya data perumahan AS yang menunjukkan ekonomi AS terus meningkat.
"Kami optimistis pertumbuhan ekonomi global akan membaik yang mendorong ekonomi nasional terus tumbuh," kata Dony seraya menambahkan, apabila kondisi masih berlanjut, rupiah akan bisa mencapai Rp 9.300 per dollar AS karena sentimen positif makin kuat.