Sammy Terancam Dipecat dari "Kerispatih"?

Kompas.com - 03/02/2010, 12:58 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kasus dugaan narkoba yang menyeret vokalis grup band Kerispatih, Sammy, mau tak mau membawa pengaruh kepada eksistensi grup bandnya. Promo album terbaru mereka, Semua Tentang Cinta, yang dirilis pada akhir Desember 2009, terancam berantakan.

Tak mau hal itu terjadi, pihak manajemen Kerispatih pun mengaku tak bisa menunggu Sammy lebih lama lagi. "Intinya bukan masalah pakai narkobanya, melainkan kita tidak bisa menunggu masalah proses hukum," papar perwakilan manajemen Kerispatih, Ingga, saat dihubungi di Jakarta, Rabu (3/2/2010).

Sebagai catatan, grup band yang digawangi Sammy (vokal), Badai (keyboard), Andika (bas), Arief (gitar), dan Anton (drum) pernah berkomitmen sewaktu peluncuran album terbaru Kerispatih bahwa mereka siap didepak dari band yang juga didukung oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) bila terbukti menggunakan narkoba.

Namun sayangnya, untuk hal ini Ingga enggan memberi keterangan pasti atas komitmen para personel Kerispatih tersebut. "Kami saat ini tidak mau membahas itu. Kami sekarang mau kasih simpati dan support ke dia (Sammy) dulu," elak Ingga.

Begitu pula dengan kontrak kerja yang sudah terlanjur diteken oleh Kerispatih terkait dengan promo album dan sebagainya, Ingga lagi-lagi enggan berkomentar. "Saya belum mau ngomong, nanti saja pas preskon," imbuhnya.

Agar lebih pasti, Ingga yang saat ini mengaku tak bisa memberikan keterangan lebih rinci berjanji bahwa pada pukul 22.00 WIB, grup band Kerispatih akan blak-blakan membahas masa depan Sammy. "Ya nanti malam kami mau preskon dengan pihak label dan semuanya (personel Kerispatih) pukul 10 malam di Nagaswara," pungkasnya. (C7-09)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau