Persitara Incar Gelandang Jebolan MU

Kompas.com - 03/02/2010, 13:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Persitara Jakarta Utara sedang menantikan dua pemain asing yang salah satunya berasal dari Inggris. Manajer Persitara, Harry Ruswanto, mengatakan, pemain itu adalah jebolan akademi Manchester United.

"Dia pemain yang berasal dari akademi MU pada 1992-2001. Dia juga pernah membela Manchester City 2002-2004. Tapi masih rahasia ya, namanya," ungkapnya kepada Kompas.com via telepon.

Gendar, sapaan akrab Harry, mengungkapkan bahwa pemain itu berusia 31 tahun dan berposisi sebagai gelandang serang. Menurut Gendar, gelandang yang dirahasiakan namanya itu sangat tertarik bermain di Liga Super Indonesia.

"Dia sangat interested. Katanya, dia ingin merasakan ketatnya atmosfer Liga Super Indonesia," tambah Gendar.

Gendar menambahkan, untuk merekrut pemain tersebut, Persitara harus menggelontorkan uang sebesar Rp 700 juta. Rencananya, mantan pemain Manchester City itu akan menjalani seleksi pada Rabu (3/2/2010) sore.

"Kami tidak ingin beli kucing dalam karung. Kami sudah melihat videonya. Kalau tidak hujan sore ini, kami bisa lihat kemampuannya," ungkapnya.

Sementara itu, untuk pemain lokal, Gendar mengatakan telah mendapatkan defender Persijap Jepara, Eko Prasetyo. "Kami telah mendapatkan Eko dan kami mengontraknya selama setengah musim," pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau