Daripada Jadi Buruh Mending Beternak Lele

Kompas.com - 03/02/2010, 13:47 WIB

BEKASI, KOMPAS.com — Puluhan mantan karyawan pabrik di kawasan industri Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang tergabung dalam kelompok Beauty Fish membangun usaha mandiri melalui budidaya ikan lele dengan omzet jutaan rupiah per orang per bulan.
    
"Baru delapan bulan berkiprah, saya sudah dua kali memanen hasil dengan jumlah ikan mencapai dua kuintal dari sembilan kolam ukuran 3 meter persegi," ujar Ketua Kelompok Beauty Fish Dodo Mulyadi di Cikarang, Rabu.
     
Kelompok budidaya ikan lele yang beralamat di Perumahan Pemda, Jalan Citarum Nomor 12 RT03 RW07, Desa Simpangan, Kecamatan Cikarang Utara, kata dia, memasarkan ikan tersebut ke sejumlah warga setempat dan beberapa pasar tradisional dengan harga Rp 12.000 per kilogram.
     
"Dengan demikian, dalam sekali panen bisa menghasilkan pendapatan mencapai Rp 4.400.000. Kami memanfaatkan uang itu untuk kesejahteraan anggota dan modal usaha lainnya, seperti ikan hias," kata Dodo.
     
Dodo mengatakan, budidaya ikan lele kelompoknya memiliki sembilan petak kolam yang terbuat dari bahan terpal berukuran 1 x 3 meter persegi. Satu petak berisikan 160 ikan lele.    
     
"Pakan lele kami buat sendiri dengan bahan baku yang tersedia melimpah," katanya.
     
Sementara itu, anggota Beauty Fish, Adang Sukmana (33), mengaku lebih tertarik membudidayakan ikan lele ketimbang menjadi buruh di pabrik. "Dalam sebulan saya bisa mendapat penghasilan Rp 800.000 hingga Rp 1,5 juta dengan tanggung jawab kerja yang relatif lebih ringan dari kerja buruh," ujar Adang, mantan karyawan di kawasan industri Jababeka.
     
Menurut dia, mayoritas anggota Beauty Fish yang saat ini telah mencapai lebih dari 30 orang merupakan mantan karyawan yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) mulai tahun 2004 hingga 2009. "Mungkin bagi sebagian orang PHK adalah akhir dari perjalanan mencari rezeki, tetapi tidak bagi kami," katanya.
     
Hal senada diungkapkan Asep (25), anggota kelompok lainnya. "Alhamdulillah pendapatan dari penjualan ikan saya rasa cukup membantu kebutuhan hidup saya sehari-hari. Terlebih, proses perawatannya relatif mudah," katanya.
     
Asep juga berpesan kepada pemerintah untuk dapat memberikan bantuan dalam bentuk penambahan modal ataupun penyuluhan tentang budidaya ikan, dengan harapan usaha tersebut lebih tumbuh dan berkembang dengan baik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau