Bila Ingin Microwave Panjang Umur

Kompas.com - 03/02/2010, 18:19 WIB

KOMPAS.com - Siapa yang tidak ingin barang elektronik miliknya awet dan tahan lama? Hal ini juga menjadi salah satu nilai jual banyak merek elektronik. Demikian pula halnya dengan perangkat microwave, yang memiliki beragam manfaat dan memberikan kemudahan dalam hal masak-memasak.

Kegunaan microwave antara lain, dapat mengurangi lemak dan kolesterol karena hanya menggunakan sedikit atau justru tanpa minyak saat memasak; bila ingin mencairkan makanan yang baru saja keluar dari freezer atau sekadar memanaskan makanan, hanya diperlukan waktu kurang dari 5 menit; dan masih banyak lagi.

Patut disadari, awet tidaknya suatu barang elektronik juga dipengaruhi perawatan dari miliknya itu sendiri. Dengan perawatan secara berkala dan perlakukan yang tepat, umur dari microwave ini bisa lebih lama dari yang diperkirakan.

Untuk itu, bersihkan bagian dalam (interior) microwave setiap kali selesai digunakan. Sisa makanan yang tertumpah atau cipratan makanan yang kerap menempel baik pada dinding maupun piringan dapat menyerap energi yang dikeluarkan saat microwave beroperasi sehingga dapat terbakar dan menimbulkan kerusakan.

Untuk sisa makanan yang menempel dan sulit dibersihkan, cobalah menaruh air panas di dalam mangkuk yang berisi irisan lemon dan dipanaskan selama beberapa menit di dalam microwave. Uap dari air yang mendidih tersebut akan melunakkan sisa makanan yang menempel sehingga mudah dibersihkan dan microwave Anda pun akan mengeluarkan aroma lemon yang segar.

Periksalah setiap bagian dari microwave bila terjadi kerusakan, seperti bagian pintunya. Bila pintu tidak tertutup dengan sempurna atau terdapat lapisan yang terbuka sebaiknya segera diperbaiki oleh ahlinya. Pintu yang tidak tertutup dengan baik ini merupakan penyebab energi yang dikeluarkan lebih boros karena energi panas yang seharusnya tetap berada di dalam akan keluar, sehingga microwave harus bekerja ekstra untuk menghasilkan suhu yang diinginkan.

Jangan sampai microwave menyala tanpa ada makanan di dalamnya karena bila tak ada makanan yang menyerap energi panas, energi tersebut akan kembali ke elemen di dalam oven microwave yang dapat membuat kerusakan permanen pada komponen bagian dalamnya.

(Buku Sayang Barang Hemat Uang, Klasika Kompas)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau