TNI-AL Gagalkan Pencurian Ikan Kapal Filipina

Kompas.com - 03/02/2010, 22:55 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Jajaran TNI Angkatan Laut menggagalkan pencurian ikan yang dilakukan Kapal Motor (KM) Matahari Raja-06 berbendera Filipina di perairan utara Sorong, Pulau Waigo, Papua.

Kepala Dinas Penerangan Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim), Letkol Laut TNI Toni Syaiful, Rabu (3/2/2010) mengatakan, saat ditangkap, kapal itu sedang mengangkut satu ton ikan tuna dari perairan wilayah Indonesia.

Ia menjelaskan, penangkapan kapal itu bermula dari patroli laut yang dilakukan Kapal perang Republik Indonesia (KRI) Untung Suropati-872.

KRI yang dikomandani Mayor Laut (P) Avianto itu curiga terhadap kapal ikan berbobot 35 gross ton yang berlayar dari Filipina menuju fishing ground.

"Kapal itu sedang menangkap ikan di perairan ZEEI (Zone Ekonomi Eksklusif Indonesia)," kata Toni mengutip hasil penyelidikan Avianto.

Saat diperiksa nakhoda KM Matahari Raja, Immanuel Pareda tidak dapat menunjukkan dokumen pelayaran yang resmi.

"Untuk itu, kapal tersebut kami amankan, karena perbuatan yang dilakukan telah merugikan negara kita," kata Toni.

Guna penyidikan lebih lanjut, kapal bersama nakhoda dan 35 anak buah kapal (ABK) yang terdiri atas tiga warga negara Indonesia dan 32 warga negara Filipina itu diamankan di Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Sorong.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau