Terorisme

Al Qaeda Dikabarkan Akan Lakukan Serangan

Kompas.com - 04/02/2010, 03:54 WIB

Washington, selasa - Al Qaeda dan jaringannya akan kembali berupaya melakukan serangan teroris di Amerika Serikat dalam waktu hingga enam bulan ke depan. Hal itu disampaikan Direktur Intelijen Nasional Dennis C Blair, Selasa (2/2) di Washington di hadapan komite intelijen Senat.

Meskipun jaringan Al Qaeda tetap menjadi ancaman tertinggi bagi AS, Blair memperingatkan, meningkatnya ancaman serangan siber dalam beberapa bulan mendatang juga harus mendapat perhatian serius. Serangan siber dari China belum lama ini adalah ”seruan kewaspadaan”.

”Al Qaeda memelihara tujuan mereka untuk menyerang tanah air kita, kemungkinan besar dengan sebuah operasi berskala besar yang bisa menimbulkan korban dalam jumlah besar, mengganggu ekonomi AS, atau keduanya,” kata Blair seperti dikutip The Washington Post.

Didampingi Direktur Badan Pusat Intelijen AS (CIA) Leon Panneta dan Direktur Biro Investigasi Federal AS (FBI) Robert Mueller, Blair mengatakan, ancaman itu bisa dikatakan ”pasti”.

”Kekhawatiran terbesar dan yang membuat saya bangun di waktu malam adalah Al Qaeda dan sekutu serta afiliasinya bisa menyerang Amerika Serikat dengan cermat,” kata Panneta.

Direktur CIA itu menguraikan, Al Qaeda telah mengadaptasi metode yang membuat rencana mereka makin sulit dilacak, dengan mengubah pola serangan dari sebelumnya berkala besar menjadi serangan lebih kecil, tetapi melibatkan sejumlah pelaku. Serangan-serangan akan dilakukan sejumlah individu tanpa latar belakang terorisme.

Panneta mencontohkan serangan pada Natal lalu, di mana pelaku memiliki visa AS, tetapi sedikit sekali riwayat keterlibatannya dengan kelompok teroris. ”Jelas sekali mereka memutuskan untuk menggunakan orang seperti itu dalam periode waktu yang singkat,” ujarnya.

Dia ditanyai mengenai penanganan Umar Farouk Abdulmutallab, tersangka pelaku pengeboman pada hari Natal 2009 yang gagal. Menjawab itu, Blair mengatakan, keputusan untuk mendakwa tersangka teroris di sebuah pengadilan kriminal atau komisi militer harus diputuskan berdasarkan kasus per kasus.

Ancaman-ancaman baru

Blair dan Panneta juga memperingatkan ancaman-ancaman baru dari sekutu-sekutu regional Al Qaeda, seperti Al Qaeda di Semenanjung Arab. Beberapa kelompok juga bermaksud meningkatkan serangan terhadap AS dan target Barat lainnya. Hal itu bisa dilakukan meski pemimpin Al Qaeda tengah berjuang untuk bisa menancapkan kakinya di negara yang selama ini menjadi pijakan. Hal itu tetap bisa dilakukan meski Al Qaeda menghadapi kemunduran popularitas di dunia Muslim.

”Mereka bergerak ke tempat-tempat aman lain dan simpul-simpul regional, seperti Yaman, Somalia, wilayah Magribi, dan lainnya,” kata Panneta.

Ditambahkan, kelompok yang terinspirasi Al Qaeda telah berhasil mengirimkan individu-individunya ke AS, tetapi rencana teroris mereka di AS, terutama Colorado dan Chicago, berhasil digagalkan.

Direktur FBI mengatakan, badan-badan kontraterorisme telah menyerap pelajaran dari upaya pengeboman 25 Desember dengan pesawat Northwest di atas Detroit. Meski demikian, disampaikan bahwa upaya-upaya di masa depan tidak bisa dihindari dan bisa terjadi segera.

(AP/OKI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau