JAKARTA, KOMPAS.com -- Para personel lain Kerispatih--Badai, Anton, Arief, dan Andika--merasa juga menjadi korban dari apa yang terjadi atas vokalis grup itu, Hendra Sammuel Simorangkir atau Sammy. Tapi, mereka menekankan, belum memberhentikan Sammy.
Kerispatih menyampaikan hal itu pada Rabu (3/2/2010) malam di kantor label rekaman yang menaungi mereka, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. "Kami mengakui sebagai korban dari semua ini, karena kami enggak pernah menyangka, karena Sammy juga pernah berjanji tidak akan menggunakan obat terlarang yang dapat merugikan Kerispatih. Ironisnya, kami mendengar kabar ini," tutur Badai.
Diutarakan pula oleh Kerispatih, para personel lain Kerispatih juga menjadi korban pemberitaan, karena ada pemberitaan yang menyebut bahwa Sammy sudah diberhentikan dari Kerispatih. "Kami tidak pernah mengatakan bahwa kami telah memberhentikan Sammy. Kami menunggu sampai ada putusan. Selama belum ada putusan, kami tetap support," kata Badai. "Dalam hal ini, tolong dipisahkan. Kami adalah band. Kalau saat ini ada personel yang berurusan dengan polisi, kami hanya bisa membantu sebagai sahabat," tegasnya.
Badai menerangkan, di luar urusan band, para personel Kerispatih diberi kebebasan untuk melakukan aktiv pribadi mereka, namun jangan merugikan Kerispatih."Kami tidak tahu apa yang Sammy lakukan di luar, Dia pernah berjanji enggak akan menggunakan narkoba. Tapi, kami enggak selamanya bersama," kata Badai lagi. (C9-09)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang