6 Alasan Perempuan Harus Sadar Jantung

Kompas.com - 04/02/2010, 10:46 WIB

KOMPAS.com - Jika Anda perempuan berusia 20- 30 tahun, mungkin Anda merasa tidak begitu peduli dengan kesehatan jantung atau pembuluh darah Anda. Itu kan penyakit orang tua, begitu mungkin komentar Anda.

Namun data statistik menunjukkan adanya hubungan antara angka kejadian serangan jantung dengan tingkat kepedulian terhadap kerja dan fungsi jantung. Ada banyak penyebab kenapa Anda harus concern dengan penyakit jantung.

Berikut contohnya:
1. Penyakit kardiovaskular adalah pembunuh nomor satu bagi perempuan.
Penelitian di Amerika tahun 2003 memperlihatkan bahwa hanya 13 persen perempuan yang sadar akan bahaya penyakit jantung dan stroke. Padahal kenyataannya, penyakit kardiovaskular adalah pembunuh yang paling luas. Di tahun 2005 ada lebih dari 400 ribu perempuan yang meninggal akibat serangan jantung. Sedangkan penyakit kanker hanya lebih sedikit, yakni sekitar 200 ribu kasus. Empat dari 6 kasus kematian pada perempuan di Amerika akibat penyakit jantung.

2. Penyakit kardiovaskular menyerang perempuan berbagai usia.
Penyakit ini bisa menyerang kapan pun bahkan di usia remaja sekalipun. Remaja, dewasa, dan orang tua, bisa terserang akibat gaya hidup yang meningkatkan resiko serangan jantung. Kekurangan aktivitas fisik, merokok, dan pola makan yang buruk, bisa menjadi penyebab utamanya. Semakin muda, harusnya semakin lebih cepat Anda memperbaiki pola hidup.

3. Angka kematian pada perempuan lebih tinggi dari pada angkat kematian pria.
Perempuan lebih banyak meninggal akibat stroke ketimbang pria. Bahkan dalam satu tahun jika dibandingkan ada 42 persen perempuan yang meninggal akibat stroke. Sementara pria hanya 24 persen. Kabar buruknya lagi, usia serangan itu di bawah 50 tahun, dan pada usia itu mereka punya kans dua kali lipat untuk terserang stroke dibanding pria.

4. Bertahan bukan berarti sembuh.
Salah satu penyakit penyerta serangan jantung adalah stroke. Meskipun kebanyakan dari mereka bisa bertahan, tapi mereka terserang kerusakan fisik atau cacat permanen. Stroke bisa mengakibatkan masalah yang serius. Sebab, 15-30 persen dari mereka umumnya bergantung pada orang lain. Bahkan 2/3 dari mereka yang mengalami serangan jantung gagal untuk mencapai kesembuhan.

5. Tidak mudah mendeteksinya.
Perempuan dan laki-laki memiliki gejala yang berbeda. Sebab penyakit ini datang tanpa memberi tanda, atau sering disebut "silent killer". Bahkan mereka yang mengalami serangan jantung tidak menunjukkan gejala apa pun pada awalnya. Namun 71 persen dari perempuan mengaku mengalami gejala mirip flu, kadang bahkan tanpa gejala sakit dada. Gejala lainnya adalah tegang di leher, sakit perut, muntah, kaku di kepala dan leher, dan sulit bernafas.

6. Suku etnis dan kesehatan jantung.
Mereka yang keturunan Afrika Amerika dan Amerika latin lebih rentan terhadap penyakit ini, sebab mereka cenderung mengalami resiko terserang lebih besar dibanding orang kulit putih. Faktor pendukung lainnya adalah kegemukan, kurang olahraga, darah tinggi, dan diabetes. Kematian akibat penyakit jantung lebih banyak terjadi pada perempuan berkulit hitam (berwarna, RED) ketimbang kulit putih.

Perempuan bia menurunkan resiko terserang penyakit jantung hingga 82 persen dengan membudayakan hidup sehat. Berapa pun usia Anda, ayo mulai hidup terencana. Hindari merokok, menjaga berat badan, tetap aktif, makan makanan sehat, menghindari makanan berkolesterol, menjaga tekanan darah, dan kadar gula darah.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau